Dinas Kesehatan Kota Malang Sediakan Layanan Inklusif Mulai dari Puskesmas

Dinas Kesehatan Kota Malang Sediakan Layanan Inklusif Mulai dari Puskesmas
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang (blok-a/bob)

Kota Malang, blok-a.com – Dinas Kesehatan Kota Malang telah dengan tegas menyatakan dukungan mereka kepada masyarakat penyandang disabilitas untuk mendapatkan pelayanan publik sebaik mungkin, dimulai dari pelayanan kesehatan tingkat puskesmas.

Hal ini dinyatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Husnul Muarif saat dihubungi oleh Blok-A pada hari Sabtu 25 November 2023. Pelayanan yang inklusif layak didapatkan oleh seluruh penyandang disabilitas sehingga hak-hak mereka sebagai warga negara terpenuhi dengan baik.

Oleh karena itu, Husnul menyatakan bahwa penyandang disabilitas harus sudah mendapat dukungan pelayanan publik yang inklusif sejak tingkat puskesmas sebagai fasilitas kesehatan publik tingkat pertama. “Untuk Kota Malang, pelayanan inklusif bagi penyandang disabilitas diupayakan semaksimal mungkin di pelayanan yang berada di puskesmas,” terangnya.

Langkah-langkah yang diambil oleh Dinas Kesehatan Kota Malang antara lain adalah dengan mengupayakan para penyandang disabilitas mendapatkan akses seluruh pelayanan kesehatan tanpa dibeda-bedakan dengan non-disabilitas.

“(Langkah-langkah yang diambil Dinas Kesehatan Kota Malang) tentu dengan menyediakan kemudahan dan fasilitas yang menunjang penyandang disabilitas dalam mengakses seluruh layanan kesehatan,” terang Husnul.

Tidak hanya bicara, namun Dinas Kesehatan Kota Malang memang telah menelurkan beberapa inovasi yang mendukung pelayanan publik yang inklusif.

“Diantaranya adalah dengan diselenggarakannya posyandu disabiltas, serta inovasi puskesmas Janti dengan BREXIT-nya,” jelas Husnul.

BREXIT sendiri adalah kependekan dari Braille E Ticket and Extraordinary Access for Visual Disabilities. Jalur khusus guiding block, karpet jalur pemandu dan papan dengan huruf Braille di Puskesmas secara eksklusif disediakan untuk mendukung aksesibilitas penyandang disabilitas netra.

Dengan dukungan BREXIT, para penyandang disabilitas yang tuna netra dapat dengan mandiri mengakses seluruh layanan yang ada di puskesmas tanpa terkecuali. Contohnya mendaftarkan diri, mengakses ruang pemeriksaan, hingga membaca keterangan cara penggunaan obat yang disediakan dengan huruf braille.

Tak heran inovasi ini telah meraih berbagai penghargaan termasuk ditetapkan sebagai Top 45 Inovasi Pelayanan Publik. Kedepannya, diharapkan berbagai inovasi yang mendukung inklusifitas akan lebih berkembang dan menjamur di seluruh kantor pelayanan publik terutama di Kota Malang.