IDI Malang Raya Minta Dinas Kesehatan Tak Remehkan Monkeypox

Ilustrasi vaksin monkeypox. (AFP)
Ilustrasi vaksin monkeypox. (AFP)

Kota Malang, blok-a.com – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang Raya minta agar Dinas Kesehatan Kota Malang tidak meremehkan virus monkeypox atau cacar monyet.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi, dr. Heri Sutanto, SpPD – KPTI mengharapkan pemerintah bisa belajar dari pandemi Covid-19 sebelumnya.

“Sebaiknya juga teman-teman bisa belajar dari pandemi covid kemarin. Segera lakukan regulasi pasien dan edukasi tenaga kesehatan,” ujar dia, Sabtu (28/10/2023).

Pihaknya menyoroti tentang bagaimana antisipasi persebaran virus ini. Pasalnya monkeypox bisa menyebar melalui kontak dekat. Yakni melalui kulit dan cairan tubuh.

Tracing penyakit perlu dipercepat apabila gejala sudah ditemukan lalu segera melakukan isolasi.

Hal yang perlu diperhatikan lainnya, lanjut dr. Heri, adalah peluang cacar monyet yang bisa menyerang seseorang memiliki imunitas rendah.

“Siapa saja yang memiliki imunitas rendah bisa lebih mudah kena, seperti anak-anak dan lanjut usia lebih rentan kena,” beber dia.

Dia mengimbau agar anak-anak yang belum melakukan vaksin campak dan cacar air bisa segera disuntik.

Pasalnya, suntikan kedua vaksin tersebut bisa menghambat jalannya virus cacar monyet.

Terlebih, akibat pandemi Covid-19 sebelumnya, peredaran vaksin lebih banyak untuk coronavirus saja.

“Kan sejak pandemi vaksin lebih ke ini ya covid jadi untuk campak dan cacar air sedikit kurang, nah itu harus digalakkan lagi,” ujar dia.

Untuk suntik vaksin campak dan cacar air biasanya dilakukan di tingkat sekolah atau pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

Sejak pandemi, banyak anak-anak yang belajar dari rumah sehingga kebutuhan suntik imunisasi kurang terpenuhi.

Dia mengingatkan bahwa kedua vaksin tersebut bisa mengantisipasi persebaran cacar monyet.

“Vaksin itu hanya menghambat, bukan menyembuhkan. Karena vaksin monkeypox khusus itu belum ada. Jadi harus diantisipasi sejak dini,” ujar dia.

Meski demikian, dia memint agar masyarakat tidak panik dengan virus ini. Pasalnya, virus ini memang sudah ditemukan sejak 1958, sehingga bukan hal baru lagi.

Sehingga cara mengantisipasi virus tersebut sudah diketahui.

Masyarakat bisa melakukan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) dengan membiasakan mencuci tangan. Tidak lupa mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. (mg2/lio)

Exit mobile version