Kasus Positif DBD Meningkat di Kabupaten Malang, Satu Penderita Dilaporkan Meninggal Dunia

Ilustrasi nyamuk DBD (dok. thinkstock)
Ilustrasi nyamuk DBD (dok. thinkstock)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Kasus positif demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Malang mengalami peningkatan di awal tahun 2024. Dilaporkan satu diantaranya meninggal dunia pada bulan Februari lalu.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, di bulan Januari 2024 ditemukan 184 kasus, sedangkan di bulan Februari hingga hari ini Rabu (28/2/2024) ditemukan 130 kasus.

Jika ditotal, maka jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama. Pada bulan Januari 2023, terdapat 142 kasus, sedangkan pada Februari ditemukan sebanyak 135 kasus.

Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo mengatakan, dari total penderita DBD sebanyak 314, satu diantaranya meninggal dunia pada bulan Februari kemarin.

“Yang meninggal satu, pada Februari 2024. Tahun kemarin (2023) ada sembilan yang meninggal dunia akibat DBD, itu dalam satu tahun. Sedangkan periode Januari hingga Februari di tahun lalu tidak ada korban meninggal dunia,” ujar Wiyanto saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/2/2024).

Dikatakan Wiyanto, penderita yang meninggal dunia merupakan warga Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Ia merupakan lansia yang sebelumnya memiliki penyakit bawaan.

“Satu penderita DBD dewasa di Kasembon meninggal dunia, karena dia ada komorbid jantung usianya juga lansia,” ujarnya.

Lebih lanjut, mantan Kepala Puskesmas Pakis itu menyebutkan, bahwa puncak DBD biasa terjadi pada tiga bulan awal yakni Januari, Februari dan Maret saat musim penghujan.

“Nyamuk aides perindukannya di air jernih yang tidak berhubungan dengan tanah, jadi dia harus ada alasnya, bisa di semen, pot, bambu. Pada saat hujan banyak genangan terisi air dia meletakan telurnya di situ,” katanya.

“Atau sebelumnya sudah ada telur, begitu hujan netes. Itu salah satu populasi nyamuk pada saat hujan bertambah,” imbuhnya.

Untuk itu, ia menghimbau agar masyarakat khususnya Kabupaten Malang agar menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Terlebih saat musim penghujan seperti saat ini, perlu dilakukan memberantas sarang nyamuk dengan menguras bak kamar mandi minimal seminggu sekali.

“Pertama, jangan panik. Masyarakat harus mengethaui gejala DBD. Jika ditemukan demam tiba-tiba segera diredakan dengan minum air putih dan obat, jika belum reda maka segeralah pergi berobat. Dihimbau masyarakat tidak terlambat untuk berobat, sebab kalau terlambat maka akan fatal,” pungkasnya. (ptu/bob)