Suspek Campak Muncul di Kota Malang, Anak Usia 1–4 Tahun Paling Rentan

Ilustrasi vaksin monkeypox. (AFP)
Ilustrasi vaksin monkeypox. (AFP)

Kota Malang, blok-a.com – Kasus suspek campak di Kota Malang masih ditemukan, dengan mayoritas menyerang anak usia balita. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang pun terus menggencarkan upaya pencegahan melalui imunisasi.

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif menjelaskan, kasus yang ada saat ini masih dalam kategori suspek dan belum seluruhnya terkonfirmasi laboratorium.

“Suspek itu berdasarkan gejala yang ditemukan di puskesmas, klinik, maupun rumah sakit. Kalau mengarah ke campak, dilakukan pengambilan sampel dan dikirim ke laboratorium,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sampel tersebut akan diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Jika masih dicurigai, pemeriksaan dilanjutkan ke tingkat pusat menggunakan metode Whole Genome Sequencing (WGS) untuk memastikan keberadaan virus campak.

Dari data yang ada, kelompok usia paling banyak terpapar adalah anak usia 1 hingga 4 tahun.

“Yang terbanyak memang usia 1 sampai 4 tahun,” jelasnya.

Sebagai langkah penanganan, Dinkes Kota Malang telah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) dengan capaian 95,6 persen. Angka tersebut dinilai telah melampaui ambang herd immunity sehingga dapat menekan potensi penularan.

Selain itu, pada tahun 2026 ini juga dilakukan program catch-up atau kejar serentak imunisasi campak. Program ini menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan dengan melihat status imunisasi sebelumnya.

“Kalau ORI kemarin tidak melihat status imunisasi, sekarang catch-up ini hanya untuk yang belum lengkap. Total sasaran sekitar 12 ribu anak, dan yang sudah terverifikasi sekitar 1.400 anak,” terangnya.

Pelaksanaan imunisasi kejar ini berlangsung mulai 1 hingga 7 April 2026 dan melibatkan seluruh fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit.

Sementara itu, berdasarkan data tahun sebelumnya, pada 2025 tercatat sebanyak 312 kasus suspek campak dengan 52 kasus terkonfirmasi. Sedangkan pada 2026 hingga saat ini terdapat 61 kasus suspek yang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. (bob)

Exit mobile version