Kabupaten Malang, blok-a.com – Satgas Pangan Kabupaten Malang lakukan sidak Pasar Kepanjen guna antisipasi peredaran makanan dan minuman kadaluarsa, utamanya kue lebaran saat bulan suci Ramadan, pada Rabu (20/3/2024).
Dari pantauan Blok-a.com di lapangan, sejumlah pedagang di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang mulai terlihat mejajakan kue lebaran di hari 19 bulan Ramadan. Sejumlah kue khas lebaran yang dijual diantaranya, aneka kue kering, kurma, permen, sirup, serta aneka macam minuman gelas maupun botolan.
Wakil Ketua Satgas Pangan Kabupaten Malang, Iptu Choirul Mustofa menerangkan, sidak pasar tersebut dilakukan untuk memastikan tidak adanya peredaran makanan kadaluarsa di wilayah Kabupaten Malang. Terutama kue lebaran yang kini tengah banyak diburu oleh masyarakat.
“Beberapa toko kita lakukan pengecekan kita lihat masa kadaluarsanya. Seperti kita lihat di hari raya, masyarakat kan pasti membutuhkan kue,” ujar Choirul usai melakukan sidak di Pasar Kepanjen, Rabu (20/3/2024).
Dari hasil sidak di sejumlah toko, Satgas Pangan tidak menemukan makanan maupun minuman kadaluarsa. Kendati demikian, pihaknya tetep menghimbau bagi pedagang untuk melakukan pengecekan secara berkala terhadap makanan maupun minuman yang akan dijual.
“Alhamdulillah tidak ada yang kita ketemukan terhadap makanan kadaluarsa, namun kita tetap menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati. Kemudian saat ingin membeli sesuatu seperti makanan kita himbau untuk melihat masa kadaluarsanya,” imbaunya.
Selain kue lebaran, Satgas Pangan juga meninjau sejumlah harga bahan pokok penting. Diantaranya yakni beras, cabai, bawang merah dan putih, daging ayam, daging sapi dan masih banyak lainnya.
“Terkait bapoting tadi banyak bahan pokok yang mengalami penurunan. Seperti cabai rawit yang rata-rata di harga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu perkilogram, yang minggu lalu bisa mencapai Rp80 ribu sampai Rp90 ribu, sehingga sangat drastis penurunannya,” bebernya.

Tak hanya itu, harga beras medium juga mengalami penurunan sebesar Rp1 ribu hingga Rp1.100 rupiah perkilogramnya. Sementara itu, harga daging ayam terpantau mengalami kenaikan.
“Kemudian ada sedikit kenaikan pada ayam, dibandingkan kemarin Rp35 ribu sekarang naik Rp1 ribu perikilogram,” pungkas Choirul. (ptu/bob)








