DLH Kabupaten Malang Siap Dukung PSEL Malang Raya, Fokus Lahan dan Armada

Plt Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman saat diwawancarai awak media (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Plt Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman saat diwawancarai awak media (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy hampir dipastikan akan dibangun di wilayah Kabupaten Malang. Kepastian tersebut ditunjukkan dengan peninjauan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq pada Minggu (29/3/2026).

Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang mulai menyiapkan sejumlah aspek teknis, mulai dari lahan hingga armada pengangkut sampah.

Plt Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, mengatakan lahan yang disiapkan saat ini masih berstatus tanah kas desa (TKD). Namun, ke depan akan dilakukan skema tukar guling agar dapat digunakan secara legal untuk pembangunan.

“Tapi kalau memang masih diperlukan penambahan lahan, lahan yang siap ini bisa kita extend sampai ke belakang, nanti kita beli pakai APBD,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Selain kesiapan lahan, DLH juga memastikan kesiapan armada pengangkut sampah untuk menyuplai kebutuhan PSEL. Saat ini, Kabupaten Malang diproyeksikan mampu menyuplai sekitar 600 ton sampah per hari.

“Kalau armada, slot untuk pengiriman ke PSEL sesuai kemampuan kita 600 ton per hari. Produksi sampah kita rata-rata 700 ton per hari, jadi masih bisa ter-cover. Ke depan untuk optimalisasi, nanti kita juga akan penambahan armada dan upgrade infrastruktur,” terangnya.

PSEL Malang Raya sendiri ditargetkan memiliki kapasitas minimal 1.000 ton sampah per hari, dengan kontribusi dari tiga daerah, yakni Kabupaten Malang sekitar 600 ton, Kota Malang 500 ton, dan Kota Batu sekitar 30 ton per hari.

“Semakin banyak semakin bagus, tapi kita dipatok minimal 1.000 ton. Ini nanti akan mengelola sampah Malang Raya,” jelasnya.

Terkait akses menuju lokasi, pria yang akrab disapa Avi ini menyebut tidak menjadi kendala berarti. Apalagi lokasi tersebut didukung keberadaan akses tol yang mempermudah distribusi sampah, khususnya dari Kota Malang.

“Kalau akses masih aman, apalagi ada exit tol. Harapannya nanti pengiriman dari Kota Malang bisa lewat tol,” imbuhnya.

Dari sisi dampak, proyek ini diyakini mampu membuka lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar.

“Yang jelas akan membutuhkan serapan tenaga kerja yang banyak. Dan ketika sudah beroperasi, ini bisa jadi jujukan dan menimbulkan efek domino terhadap perputaran ekonomi,” ungkapnya.

PSEL ini nantinya menggunakan teknologi insinerator, yakni mengolah sampah dengan cara dibakar untuk kemudian diubah menjadi energi listrik yang akan dibeli oleh PLN. Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp2 hingga Rp3 triliun, yang sepenuhnya berasal dari pemerintah pusat melalui Danantara, tanpa menggunakan APBD.

“Untuk pembiayaan sekitar 2 sampai 3 triliun, itu dari Danantara. APBD hanya untuk menyiapkan lahan dan infrastruktur penunjang,” pungkasnya. (yog/bob)