Flyover di Malang Tak Rata, Perbaikan Menyeluruh Terkendala Anggaran

Flyover di Malang Tak Rata, Perbaikan Menyeluruh Terkendala Anggaran
Flyover di Malang Tak Rata, Perbaikan Menyeluruh Terkendala Anggaran (blok-a/Brrril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Kondisi dua flyover di Kota Malang, yakni di kawasan Arjosari dan Mergosono, menjadi sorotan karena permukaan jalannya yang bergelombang dan tidak rata. Meski begitu, perbaikan menyeluruh belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena keterbatasan anggaran.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang, Kristian Bagus, menjelaskan bahwa saat ini penanganan yang dilakukan masih bersifat sementara, yakni menutup lubang di beberapa titik.

“Kalau flyover, dua-duanya sementara ini kita penanganannya tutup lubang. Karena untuk penanganan overall itu harus dikelupas, diganti aspal baru,” ujarnya.

Ia menyebut, kondisi bergelombang pada flyover Arjosari maupun Mergosono disebabkan oleh lapisan aspal yang sudah aus. Idealnya, perbaikan dilakukan dengan metode cold milling atau pengelupasan aspal lama sebelum dilapisi kembali dengan aspal baru.

“Bergelombang karena aspalnya sudah aus. Itu waktunya dikerok, lalu diganti,” jelasnya.

Selain itu, sambungan antar jembatan atau expansion joint juga memengaruhi kenyamanan berkendara. Saat ini, sambungan tersebut masih ditutup menggunakan aspal sehingga menimbulkan efek tidak rata saat dilalui kendaraan.

“Expansion joint-nya kita tutup aspal, makanya terasa ‘mduk-mduk’,” tambahnya.

Untuk melakukan perbaikan total pada dua flyover tersebut, dibutuhkan anggaran cukup besar. Pemkot Malang telah mengajukan bantuan ke pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR, dengan estimasi kebutuhan mencapai sekitar Rp4 miliar.

Namun, proses tersebut tidak mudah karena status jalan yang berbeda. Sebagian ruas berada di bawah kewenangan pemerintah pusat dan provinsi.

“Yang selatan itu provinsi, yang utara nasional. Jadi pemeliharaannya terbentur kewenangan,” katanya.

Selain di atas flyover, kondisi jalan di sekitar akses Arjosari menuju Mergosono juga mengalami kerusakan, terutama akibat tingginya beban kendaraan berat yang melintas setiap hari.

Meski demikian, Kristian memastikan kondisi jalan masih aman dilalui selama pengendara tetap berhati-hati.

“Tidak bahaya, karena di situ kendaraan pasti pelan. Bergelombang karena muatan truk,” ujarnya.

Sambil menunggu perbaikan total, DPUPRPKP Kota Malang terus melakukan penanganan rutin berupa penutupan lubang, terutama menjelang arus mudik Lebaran agar jalan tetap layak dilalui. (bob)

Exit mobile version