Kota Malang, Blok-a.com – Peristiwa ambrolnya aspal di gorong-gorong Jalan Bandung di Kelurahan Penanggungan Kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen, Kota Malang mengejutkan warga.
Nampak, aspal yang ambrol di tepi selatan pembatas jalan sedalam kurang lebih VII meter dengan lebar 120 centimeter. Diketahui, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.25 WIB. Siapa sangka, gorong-gorong di bawah aspal tersebut memang sudah peninggalan zaman Belanda.
Meski masih belum diketahui kapan tahun dibuatnya, namun gorong-gorong di Jalan Bandung tersebut merupakan peninggalan dari Nouwplan VII zaman Belanda.
“Betul terkait rumor itu, emang karena di sana masuk d bouwplan VII dan di depan itu adalah sang timur bekas dari Nirom,” beber Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang, Rakai Hino Galeswangi, ketika dikonfirmasi Blok-A.com (8/11/2023).
Diketahui, Bouwplan VII merupakan sebuah rencana tata kota yang digunakan untuk memperluas wilayah pemerintahan. Kala itu, Kota Malang akan diperluas ke wilayah Barat. Kala itu, pemerintahan Belanda juga memperluas sektor industri sehingga dibangunlah zonasi wilayah. Sehingga, nantinya bouwplan ini dilanjutkan sampai ke tahap 8. Sehingga besar kemungkinan bahwa gorong-gorong termasuk dampak pembangunan dari bouwplan VII.
Panjang dan lebar gorong-gorong tersebut masih belum diketahui pastinya. Namun, perluasan bouwplan VII tersebut, tercatat dalam pembangunan kota kala itu, ini mencapai 252.948 meter persegi.
Untuk perbaikan, pihaknya masih membicarakan hal tersebut dengan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.
“Kami masih melakukan rapat dengan pj walikota, akan dikabarkan secepatnya,” lanjut dia.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, kejadian tersebut begitu tiba-tiba. Awalnya, terdapat lubang kecil yang kemudian meluas hingga membesar. Untunglah kala itu lalu lintas tidak terlalu ramai. Kini jalan Bandung sedang dalam peralihan lalu lintas hingga waktu yang belum ditentukan. (mg2/bob)




