Gubernur Jatim Beri Apresiasi 13 Sanggar Pelestari Topeng Malang

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat memberikan apresiasi kepada para pelaku seni Topeng Malangan (blok-a.com / M Berril Labiq)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat memberikan apresiasi kepada para pelaku seni Topeng Malangan (blok-a.com / M Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi kepada 13 sanggar kesenian yang dinilai aktif melestarikan Topeng Malang di Taman Krida Budaya, Kota Malang, Kamis (20/8/2026). Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian Pemprov Jatim terhadap para pelaku yang terus menjaga keberlangsungan kesenian tradisional tersebut.

Gubernur Khofifah melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur Evy Afianasari, mengatakan, 13 sanggar tersebut telah melalui proses kurasi sebelum ditetapkan sebagai penerima apresiasi. Kurasi dilakukan untuk memastikan sanggar yang mendapat apresiasi benar-benar aktif dalam menjaga keberlangsungan Topeng Malang sekaligus memiliki komitmen terhadap pelestariannya.

“Jadi, kami mengkurasi terlebih dahulu sanggar-sanggar atau pelaku-pelaku pelestari kesenian, khususnya Topeng Malang,” ujar Evy kepada blok-a.com, Kamis (20/8/2026).

Ia menjelaskan, perhatian terhadap Topeng Malang diberikan lantaran kesenian tersebut pada 2024 sempat masuk dalam catatan sebagai salah satu kesenian yang hampir punah. Namun, kondisi tersebut bukan berarti jumlah pelakunya sedikit. Persoalan utamanya adalah keterbatasan panggung dan ruang bagi para seniman untuk terus beraktivitas.

“Di catatan kami pada 2024 Topeng Malang menjadi salah satu jenis kesenian yang hampir punah. Hampir punah itu artinya pelakunya masih banyak, tapi tidak ada panggung, tidak ada wadah untuk mereka beraktivitas,” katanya.

Pemprov Jatim kemudian mulai melakukan upaya aktivasi kembali pertunjukan Topeng Malang sejak 2024. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesenian tersebut.

Evy menyebut, jumlah penonton pertunjukan Topeng Malang yang sebelumnya hanya sekitar 200 orang kini telah mencapai sekitar 2.800 orang. Peningkatan itu juga terlihat dari tingginya perhatian masyarakat terhadap pertunjukan yang digelar di Taman Krida Budaya Malang.

“Topeng Malang saat ini di Malang Raya sudah menjadi tontonan yang amat sangat ditunggu oleh warga Malang. Artinya anak-anak muda sekarang udah peduli terhadap budaya asli Jawa Timur,” ungkapnya.

Selain memberikan apresiasi kepada 13 sanggar, Khofifah juga memberikan bantuan satu set gamelan kepada Sanggar Setyo Utomo. Bantuan tersebut diberikan setelah sanggar menjalani proses kurasi dan dinilai memiliki keterbatasan sarana prasarana, namun tetap menunjukkan komitmen dalam melestarikan Topeng Malang.

“Sudah terkurasi bahwa sanggar tersebut memang minim sarana prasarana, dan sanggar tersebut mempunyai komitmen yang kuat terhadap pelestarian. Ibu Khofifah akhirnya memberikan perhatiannya untuk memberikan satu set gamelan pada Sanggar Setyo Utomo,” tutur Evy.

Ia menambahkan, apresiasi terhadap seniman tidak hanya diberikan untuk pelaku Topeng Malang. Sepanjang 2026, Gubernur Jatim disebut telah memberikan apresiasi kepada sekitar 1.000 seniman.

“Kalau untuk tahun ini bisa mencapai, kami sudah melakukan, Ibu Gubernur sudah memberikan apresiasi kepada 1.000 orang seniman. Dan khusus hari ini adalah khusus untuk seni Topeng Malang,” ungkapnya.

Meski perkembangan pertunjukan mulai terlihat, Evy menegaskan Pemprov Jatim belum dapat menyatakan Topeng Malang sepenuhnya terbebas dari ancaman kepunahan. Pihaknya masih melakukan kurasi terhadap berbagai wadah dan sanggar untuk melihat sejauh mana keberadaannya benar-benar memberikan ruang serta manfaat bagi para seniman.

“Kita belum bisa mengatakan sudah naik kelas dari hampir punah karena kita harus mengkurasi dulu wadah-wadah ini, apakah wadah ini bermanfaat bagi senimannya. Saat ini kami sedang melakukan perhitungan kurasi,” pungkasnya. (yog/bob)

Jurnalis yang bertugas di wilayah Malang Raya. Fokus peliputan pada isu sosial, politik, pemerintahan dan peristiwa terkini.
Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.