Kabupaten Malang, blok-a.com – Harapan keluarga Sukardi (67), jemaah haji asal Jalan Hasanudin, Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, masih menggantung. Sejak dinyatakan hilang saat menunaikan ibadah haji di Arab Saudi pada 29 Mei 2025 lalu, keberadaan Sukardi belum juga diketahui.
Sebagai bagian dari ikhtiar terakhir, keluarga Sukardi menjalani pengambilan sampel DNA di Asrama Haji Surabaya. Tes tersebut dilakukan untuk mencocokkan data dengan sejumlah jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Arab Saudi, termasuk dari kawasan ASEAN.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Abdul Salam, mengatakan Sukardi hingga kini masih berstatus hilang dan belum ditemukan meski pencarian terus dilakukan bersama otoritas Arab Saudi.
“Kemarin kami bersama ahli waris datang ke Surabaya, tepatnya di Asrama Haji, untuk ikhtiar pengambilan DNA keluarga Pak Haji Sukardi yang sampai sekarang masih dinyatakan ghaib,” kata Abdul Salam Sabtu (20/12/2025).
Menurutnya, pengambilan DNA ini merupakan tindak lanjut arahan Direktorat Jenderal PHU Kementerian Agama RI. Pemerintah menegaskan bahwa status jemaah haji yang hilang tidak boleh diputuskan sebelum dilakukan pemeriksaan DNA secara menyeluruh.
“Di Arab Saudi ditemukan beberapa jenazah tanpa identitas, termasuk dari kawasan ASEAN. Karena pencarian belum membuahkan hasil, pemerintah berikhtiar dengan mengambil sampel DNA keluarga untuk dicocokkan,” ujarnya.
Pengambilan sampel DNA dilakukan di Klinik Asrama Haji Surabaya dan ditangani langsung oleh tim Dokter Kepolisian Negara Republik Indonesia (Dokpol) Mabes Polri. Proses tersebut juga didampingi pejabat dari Dirjen PHU, termasuk Direktur serta Kepala Subdirektorat Pelayanan Haji Dalam Negeri.
Abdul Salam berharap, hasil pemeriksaan DNA ini dapat memberikan kejelasan dan kepastian hukum, sekaligus menjawab penantian panjang keluarga Sukardi yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
“Kami berharap ikhtiar ini membuahkan hasil terbaik. Semoga keluarga diberi kesabaran dan keikhlasan, serta ada kepastian resmi dari pemerintah,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, Sukardi merupakan satu-satunya jemaah haji asal Kabupaten Malang yang dilaporkan hilang pada musim haji 2025. Berdasarkan catatan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Sukardi terakhir kali diketahui meninggalkan rombongan jemaah saat masih berada di Mekkah.
“Tatkala masih berada di Mekkah pada 29 Mei 2025 lalu,” ungkap Abdul Salam saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (24/6/2025).(yog/lio)








