Pasca Ditinggal Anak Sulung, Ibu Korban Tragedi Kanjuruhan Kini Berjuang Kuliahkan Anak Bungsu di Kedokteran UB

Salah satu keluarga korban tragedi kanjuruhan mendapatkan bantuan modal usaha dari Polres Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Salah satu keluarga korban tragedi kanjuruhan mendapatkan bantuan modal usaha dari Polres Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

 

Kabupaten Malang, blok-a.com – Membuka warung sembako, ibu kandung korban tragedi kanjuruhan, Muliani (43), warga Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, berjuang untuk biayai anak sulungnya kuliah di program studi Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Ia adalah ibu dari korban tragedi kanjuruhan atas nama Ratna Endriani. Ibu dari dua orang anak perempuan itu mendapat bantuan perlengkapan UMKM oleh Polres Malang untuk menunjang kehidupannya, Rabu (29/11/2023).

Tangisnya sontak pecah saat kembali mengingat mendiang anaknya yang berprofesi sebagai seorang bidan, meninggal dunia dalam tragedi kanjuruhan 1 Oktober 2022 silam.

Ratna Endriani merupakan satu dari 135 korban jiwa yang tewas dalam kericuhan di laga pertandingan Arema Fc vs Persibaya, kala itu.

“Almarhum anak saya cewek, dia bidan namanya Ratna Endirani,” ujar Muliani saat ditemui di Mapolres Malang usai menerima bantuan etalase, Rabu (29/11/2023).

Setelah ditinggal anak sulungnya, Muliani hanya memiliki satu-satunya permata hati.

Bahkan, anak bungsunya tak ingin jauh berbeda dengan mendiang kakaknya. Dirinya juga ingin terjun di dunia kesehatan, yakni kedokteran.

Ia pun menaruh harapan penuh kepada anak bungsunya, hanya berbekal pendapatan dari warung sembako, ia yakin cita-cita anak bungsunya menjadi seorang dokter dapat tercapai.

“Alhamdulillah, bantuan ini bisa untuk menambah biaya si kecil (Adik Korban) untuk masuk kedokteran di Universitas Brawijaya (UB),” ujarnya sembari menetaskan air mata.

Rasa terimakasihnya tak berhenti diucapkan atas bantuan etalase serta bantuan modal yang diberikan oleh Polres Malang. Ia berharap, semoga bantuan tersebut nantinya bisa digunakan untuk membesarkan warung sembako miliknya.

“Saya terharu, bisa mendapat bantuan etalase. Semoga nantinya etalase dan bantuan modal ini bisa membesarkan warung saya,” ujarnya.

Tak hanya Muliani, terdapat dua keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang juga menerima bantuan serupa dari Polres Malang.

Di antaranya, Istiani (42) warga Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir mendapatkan bantuan gerobak. Kemudian, Vincencius Sari (45) warga Desa Kluwut, Kecamatan Wonosari juga mendapatkan bantuan gerobak.

Terpisah, Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana menambahkan, pemberian bantuan ini merupakan program rutin sebagai wujud kepedulian terhadap keluarga korban tragedi Kanjuruhan.

“Selama keluarga korban masih membutuhkan dukungan, kami selalu siap untuk mefasilitasi. Seperti hari ini ada 3 keluarga korban yang menerima bantuan UMKM baik dukungan fisik maupun permodalan,” ujar Kholis.

Selain memberikan bantuan modal UMKM, Polres Malang juga memberikan prioritas bagi putra dan putri keluarga korban untuk bergabung menjadi anggota kepolisian nantinya.

“Ada putri dari kelurga korban Kanjuruhan yang berminat untuk masuk polisi. Ini suratnya langsung kami proses, kami buat. Hari itu juga kami kirim ke Polda. Mudah-mudahan nanti bisa ditindaklanjuti oleh Polda Jatim. Karena wewenangnya ada di Polda Jatim,” pungkasnya. (ptu/bob)