Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai menyiapkan langkah relokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Kebalen yang dinilai sudah melebihi kapasitas. Selain mengganggu arus lalu lintas, jumlah pedagang yang terus bertambah juga membuat penataan kawasan semakin sulit dilakukan.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan PKL yang tidak terdata dalam basis data Diskopindag menjadi salah satu pemicu membludaknya pedagang hingga ke badan jalan.
“PKL yang tidak mempunyai surat yang berada di Pasar Kebalen akan kita alokasikan l, ada lahan milik Pemkot di sekitar Pasar Induk Gadang. Jadi akan menjadi satu kesatuan di situ,” ujar Wahyu.
Ia mengungkapkan, jumlah PKL yang saat ini berjualan di kawasan Pasar Kebalen cukup besar. Menurutnya, ratusan PKL berjualan di pinggir jalan Zaenal Zakse selama beberapa tahun terakhir.
“PKL yang di pinggir jalan sekitar 600. Banyak juga itu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menjelaskan pedagang di kawasan Kebalen ini terbagi menjadi dua kategori, yakni pedagang resmi pasar dan PKL di sepanjang jalan. Menurut Eko, PKL yang berada di kawasan itu berada sejak sekitar 37 tahun silam imbas dari pembangunan Pasar Besar Malang pada saat itu.
“Di sini ada dua kategori, pedagang Pasar Kebalen dan PKL Jalan Zaenal Zakse. PKL ini sudah ada sejak tahun 1989 dan terus berkembang seiring pertumbuhan kota,” jelas Eko.
Menurutnya, peningkatan jumlah PKL berdampak langsung terhadap kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut, sehingga penertiban menjadi kebutuhan mendesak.
“Dari perkembangan itu, berpengaruh terhadap arus lalu lintas. Banyak keluhan masyarakat, sehingga perlu dilakukan penertiban,” ujarnya.
Eko menyebut jumlah pedagang resmi di Pasar Kebalen sekitar 300 orang, sementara PKL mencapai lebih dari dua kali lipatnya. Namun Eko masih belum memastikan kapan rencana relokasi ke Pasar Induk Gadang akan segera dilakukan.
“Pedagang pasar sekitar 300-an, sementara PKL bisa sampai 600 hingga 800-an. Skema relokasi akan kami tindak lanjuti. Untuk waktu dekat masih belum,” bebernya.
Di sisi lain, Ketua Koordinator PKL Pasar Kebalen, Muhammad Salam, menyatakan kesiapan pedagang untuk direlokasi selama diberikan tempat yang layak.
“Kalau memang dipindah ke Gadang, saya siap sepenuhnya. Pedagang juga siap, yang penting dikasih tempat yang strategis,” ujarnya.
Ia juga mengakui jumlah PKL di kawasan tersebut cukup besar dan tidak semuanya bisa tertampung di dalam Pasar Kebalen. Selain itu, Salam menyebut sebagian pedagang bersifat musiman, sehingga keberadaannya tidak selalu tetap setiap hari.
“Pedagang itu ada yang musiman, dua hari jualan, lima hari libur. Biasanya karena hasil panen sendiri dijual,” pungkasnya. (yog/bob)








