Kabupaten Malang, blok-a.com – Masyarakat di wilayah Malang Raya dan Jawa Timur diimbau meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya kecepatan angin dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur menyebut fenomena tersebut dipicu oleh pengaruh Siklon Tropis Bavi.
Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Faris, mengatakan berdasarkan pemantauan terkini, posisi Siklon Tropis Bavi berada di sebelah timur Filipina atau di utara Pulau Papua. Kondisi tersebut berdampak pada peningkatan kecepatan angin di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Malang Raya.
“Salah satu dampaknya terjadi peningkatan kecepatan angin di wilayah Jawa Timur, termasuk Malang Raya dan sekitarnya,” ujar Faris, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, peningkatan kecepatan angin mulai terpantau sejak Senin (6/7/2026). Saat itu, kecepatan angin berkisar 20 kilometer per jam atau sekitar 11 knot. Namun pada Selasa siang, kecepatan angin meningkat hingga mencapai 31 kilometer per jam di wilayah Karangploso, Kabupaten Malang.
Meski demikian, Faris menegaskan angin kencang yang terjadi saat ini berbeda dengan puting beliung. Angin tersebut tidak berputar dan tidak memiliki daya rusak sebesar puting beliung yang dapat merobohkan bangunan.
“Kalau angin kencang yang terjadi saat ini, tidak sampai menimbulkan dampak yang cukup kuat untuk merusak sesuatu,” katanya.
BMKG juga memastikan pengaruh Siklon Tropis Bavi tidak memicu potensi hujan ekstrem di Jawa Timur. Hal itu karena sebagian besar wilayah di provinsi tersebut telah memasuki musim kemarau.
Faris memprediksi angin kencang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Siklon Tropis Bavi diperkirakan masih aktif hingga 10 Juli 2026, meski pergerakannya mulai bergeser ke arah utara dan perlahan menjauhi wilayah Indonesia.
“Prediksi kami, angin kencang ini masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan karena Siklon Tropis Bavi masih aktif hingga 10 Juli. Namun pergerakannya sudah mulai bergeser ke arah utara atau perlahan menjauhi wilayah Indonesia,” ungkapnya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika melintas di bawah pohon besar, baliho, maupun papan reklame yang berpotensi tumbang akibat terpaan angin.
Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai fenomena musim kemarau berupa bediding, yakni kondisi saat suhu udara terasa panas pada siang hari, namun berubah menjadi dingin pada malam hingga pagi hari. BMKG mengingatkan masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin agar daya tahan tubuh tetap terjaga.







