Empat Tokoh Pariwisata Kabupaten Malang Masuk 50 Besar Local Hero in Tourism 2026

Empat Tokoh Pariwisata Malang Masuk 50 Besar Local Hero in Tourism 2026, Disparbud Beri Apresiasi (istimewa)
Empat Tokoh Pariwisata Malang Masuk 50 Besar Local Hero in Tourism 2026, Disparbud Beri Apresiasi (istimewa)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang mengapresiasi keberhasilan empat pegiat pariwisata asal Malang yang berhasil menembus 50 Besar Kandidat Terbaik Local Hero in Tourism 2026.

Ajang penghargaan tingkat nasional tersebut diberikan kepada individu yang dinilai memiliki dedikasi, inovasi, dan kontribusi nyata dalam membangun sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, serta berdampak bagi masyarakat. Penetapan 50 besar tersebut mengacu pada pengumuman resmi yang dipublikasikan melalui laman dan media sosial Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Empat tokoh yang masuk dalam daftar tersebut yakni Moch. Soleh Adi Pramono atau Ki Soleh dari Padhepokan Seni Mangun Dharma, Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang; Heri Mujiono dari Desa Wisata Ampelgading, Kecamatan Tirtoyudo; Lia Putrinda Anggawa Mukti dari CMC Tiga Warna, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan; serta Andi Afriansyah dari komunitas Instanusantara Indonesia yang berasal dari Kecamatan Turen.

Keempatnya dinilai layak masuk 50 besar berkat kiprah mereka dalam memajukan pariwisata melalui promosi destinasi, pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, hingga konservasi lingkungan. Ki Soleh dikenal konsisten melestarikan Wayang Topeng Malang melalui wisata edukasi budaya di Padhepokan Seni Mangun Dharma yang kini menjadi salah satu ikon pelestarian budaya Kabupaten Malang.

Sementara itu, Heri Mujiono mengembangkan Desa Wisata Ampelgading dengan konsep berbasis pemberdayaan masyarakat yang memadukan agrowisata, budaya, gastronomi, dan homestay. Di sisi lain, Lia Putrinda Anggawa Mukti berhasil mengembangkan CMC Tiga Warna sebagai destinasi ekowisata yang mengedepankan konservasi kawasan pesisir sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.

Adapun Andi Afriansyah dinilai berhasil memperkuat promosi pariwisata Indonesia melalui komunitas Instanusantara dengan memanfaatkan fotografi sebagai media memperkenalkan berbagai destinasi wisata di Tanah Air.

Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan empat pegiat pariwisata asal Malang menjadi bukti bahwa Kabupaten Malang memiliki sumber daya manusia yang kreatif dan berkomitmen memajukan sektor pariwisata.

“Mereka telah menunjukkan bahwa pembangunan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat, melestarikan budaya, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat identitas daerah,” ujarnya.

Firmando menambahkan, Disparbud Kabupaten Malang akan terus memberikan dukungan melalui pembinaan, pendampingan, promosi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar semakin banyak pelaku pariwisata daerah yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh pelaku pariwisata, desa wisata, Pokdarwis, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, serta generasi muda untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan menghadirkan pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Disparbud Kabupaten Malang juga menyampaikan ucapan selamat kepada Ki Soleh, Heri Mujiono, Lia Putrinda Anggawa Mukti, dan Andi Afriansyah atas prestasi tersebut. Keberhasilan mereka diharapkan semakin memperkuat citra Kabupaten Malang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia yang kaya akan potensi alam, budaya, dan ekonomi kreatif.

“Kami optimistis Kabupaten Malang akan terus melahirkan Local Hero baru yang mampu mengharumkan nama daerah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (yog/bob)