Peran Masyarakat Jadi Kunci, Lima RW Kota Malang Sabet ProKlim 2026

Peran Masyarakat Jadi Kunci, Lima RW Kota Malang Sabet ProKlim 2026
Peran Masyarakat Jadi Kunci, Lima RW Kota Malang Sabet ProKlim 2026

Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota Malang menyerahkan Penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) kepada lima RW berprestasi dalam upaya menjaga lingkungan dan ketahanan iklim. Penyerahan penghargaan digelar di Halaman Balai Kota Malang, Senin (19/1/2026), dan dipimpin langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

Dalam kesempatan tersebut, RW 02 Kelurahan Arjosari berhasil meraih Trofi ProKlim Utama, sementara empat RW lainnya memperoleh Sertifikat ProKlim Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa ProKlim merupakan program berbasis lingkungan yang lahir dari kesadaran masyarakat, bukan semata instruksi pemerintah.

“ProKlim ini bagaimana kita menjaga iklim agar lebih baik. Langkah-langkahnya sudah dilakukan oleh RW-RW, dan tadi ada yang mendapat penghargaan, terutama RW 02 Kelurahan Arjosari,” ujar Wahyu.

Ia menyebut, RW 02 Arjosari telah menerapkan langkah-langkah nyata dan realistis, mulai dari pembangunan sumur resapan dan sumur injeksi, menjaga ruang terbuka hijau (RTH), hingga melakukan penghijauan di sepanjang bantaran sungai.

“Ini penting untuk menjaga luasan RTH dan resapan air. Selain berdampak pada lingkungan yang lebih subur, juga membantu mengurangi risiko banjir,” jelasnya.

Lebih jauh, Wahyu menekankan bahwa kekuatan utama ProKlim terletak pada partisipasi warga.

“Ini bukan karena perangkat yang selalu meminta, tapi berangkat dari kesadaran masyarakat sendiri. Saya lihat langsung, warga bergerak bersama karena merasa ini kewajiban untuk mereka sendiri, demi udara yang bersih dan lingkungan yang sehat,” tegasnya.

Sementara itu, Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Raymond Gamaliel Hatigorang, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil penilaian independen dari Kementerian Lingkungan Hidup dan DLH Provinsi Jawa Timur.

“Dari hasil penilaian, Kota Malang mendapatkan empat Sertifikat Utama dan satu Trofi Utama. Trofi Utama diraih RW 02 Kelurahan Arjosari. Sedangkan sertifikat diberikan kepada dua RW di Kelurahan Arjowinangun, satu RW di Kelurahan Madyopuro, dan satu RW di Kelurahan Kota Lama,” paparnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Malang memberikan dana pembinaan masing-masing sebesar Rp15 juta kepada kelima RW penerima penghargaan. Selain itu, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan berupa tempat sampah (dustbin) dan sepeda roda tiga untuk pengangkutan sampah.

Raymond berharap capaian tersebut dapat diperluas ke seluruh wilayah Kota Malang.

“Sesuai arahan Pak Wali, harapannya kecamatan lain bisa menyusul. Ke depan, tanggung jawab kebersihan dan ketahanan iklim bukan hanya DLH atau Pemkot, tetapi menjadi tanggung jawab bersama masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak kampung sebenarnya telah mengikuti ProKLim, namun hanya lima RW yang lolos penilaian ketat.

“Penilaiannya independen, melibatkan tim provinsi dan universitas. Indikator utamanya adalah keterlibatan masyarakat secara menyeluruh, mulai dari penanaman pohon, pengolahan sampah, hingga aktivitas yang memberi dampak ekonomi bagi warga,” pungkasnya.

Dengan capaian ini, ia berharap RW-RW lain di seluruh kecamatan dapat meniru praktik baik ProKLim sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim. (bob)