Kabupaten Malang, blok-a.com – Satreskrim Polres Malang telah melakukan pemeriksaan terhadap 12 saksi atas kasus perampokan berserta pembunuhan di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Sebelumnya, telah terjadi perampokan yang berakhir pembunuhan terjadi di Jalan Anggodo (Wendit Timur) No. 22 RT 3 RW 5 Dusun Krajan, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Seorang kakek berusia 58 tahun, Sri Agus Iswanto ditemukan meninggal dunia dengan luka tusukan benda tajam di leher belakang, pada Jumat (23/4/2024) malam.
Sementara itu, korban lainnya, yakni Ester Sri Purwaningsih (69) juga mengalami luka-luka di bagian wajah. Diduga ia turut menjadi korban kekerasan oleh terduga pelaku perampokan dengan cara dibenturkan ke tembok.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat menerangkan, kini proses penyelidikan masih terus berjalan. Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
“Update-nya saat ini kami masih melakukan kegiatan-kegiatan penyidikan secara intensif. Kami masih mendalami segala kemungkinan yang ada, total ada 12 saksi yang telah kami mintai keterangan,” ujar Gandha saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (23/4/2024).
Gandha menyebut, belasan saksi terdiri dari keluarga, tetangga sekitar lokasi kejadian, dan sejumlah orang yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Tak hanya itu, polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk kedua kalinya.
“Hasil (olah TKP) masih sama, kita masih mendalami. Kalau olah TKP sekali, kan kurang dalam, jadi kita bikin dalam biar lebih detail lebih cermat tidak ada yang ketinggalan,” katanya.
Sementara itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP, guna melakukan penyelidikan lebih lanjut. Salah satunya benda tajam berupa pisau yang diduga menjadi senjata yang dipakai untuk menghilangkan nyawa korban.
“Yang kami amankan ada ganggang pisau yang patah, kotak handphone, dua pasang sandal, dan baju milik korban yang meninggal dunia,” bebernya.
Disinggung terkait dugaan pelaku berjumlah dua orang, ia belum dapat memastikan hal tersebut. Sebab, sejauh ini masih proses penyidikan masih terus dilakukan.
“Masih kita dalami, karena Bu Ester kondisinya juga masih dalam rangka perawatan. Jadi pemeriksaan belum bisa maksimal,“ pungkasnya. (ptu/gni)








