Kabupaten Malang, Blok-a.com – Selain pemenuhan gizi yang tak seimbang, pergeseran perilaku seorang ibu menjadi faktor penyumbang stunting terbesar di Kabupaten Malang.
Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto menyebut, hingga saat ini Kecamatan Pujon masih menjadi wilayah terbesar penyumbang stunting di Kabupaten Malang.
“Hari ini stunting kita masih di angka 11,8 persen. Lokasinya tertinggi masih sama, satu di antaranya beberapa ada di Pujon. Kemudian, ada di beberapa wilayah Malang Timur,” ujar Didik saat ditemui, Kamis (26/10/2023).
Ada keganjalan dengan wilayah Pujon. Seperti diketahui, kecamatan yang berada di Malang bagian barat itu dikenal sebagai penghasil susu terbesar di Kabupaten Malang.
Namun, wilayah tersebut justru menjadi wilayah tertinggi penyumbang stunting.
Didik mengartikan, memang ada pergeseran perilaku seorang ibu yang menjadi faktor pendukung tingginya stunting di Kabupaten Malang.
“Nah, ini yang menjadi problem. Ini yang harus diteliti. Orang kadang-kadang lupa, karena di sana banyak susu, ternyata hanya digunakan untuk kepentingan industri saja. Kemudian, mereka berkecenderungan untuk menjadi bagian dari penghasilan, mereka lupa dengan gizi anak,” ujarnya.
Dari hal tersebut, Didik menyimpulkan, bahwa seorang ibu lebih memilih untuk menjual susu hasil dari sapi perahnya untuk kepentingan penghasilan. Sedangkan, untuk konsumsi anak digantikan dengan makanan siap saji.
“Seringkali, ibu-ibu muda ini dengan kesibukannya, banyak mempergunakan dengan memberikan tambahan makanan siap saji. Itu kan tidak baik, karena ada pengawetnya,” jelasnya.
“Padahal di lingkungannya, itu banyak sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan. Mulai daun-daunan, sayur-sayuran. Itu kan cukup potensi. Lah itu jarang dilakukan,” lanjutnya.
Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Malang, hingga saat ini dirinya masih terus bergerak melakukan percepatan penurunan. Ia menargetkan, di akhir tahun 2023 ini, stunting dapat turun di angka 9 persen.
“Kita serius, satu di antaranya kita terus bergerak bagaimana stunting Kabupaten Malang tahun 2024 ini sudah dapat kami tuntaskan. Artinya proses penuntasannya tidak bisa 100 persen. Tetapi kita mendekati di bawah angka 9 persen. Insyaallah itu akan kita lakukan,” jelasnya.
Sejumlah upaya lain juga dilakukan, salah satunya dengan program Open Defecation Free (ODF). Ia mengatakan, dengan mencipatakan lingkungan yang bersih dan terbebas dari sanitasi juga menjadi salah satu upaya penurunan stunting di Kabupaten Malang.
“Kita selesaikan bersama-sama dengan Dinas Cipta Karya secara internal. Ada program-program yang hari ini disampaikan. Yang kedua, kita juga tawarkan kepada kementerian PUPR, bagaimana ada rusunawa, bagaimana ada program-program sanitasi bersama,” jelasnya.
“Maka itu menjadi bagian yang terus kami lakukan dan terus komunikasikan dengan dinas terkait dan kementerian,” pungkasnya. (ptu/bob)








