Ramadan 2026, MBG Kabupaten Malang Dibagikan Dua hingga Tiga Hari Sekali

Pelayanan dilakukan secara fleksibel, menyesuaikan dengan
Sekretaris I Tim Satgas Percepatan MBG Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi saat meninjau SPPG (DKPforblok-a)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang tetap berjalan selama Ramadan 2026. Namun, mekanisme distribusinya akan disesuaikan dengan kondisi bulan puasa, yakni dalam bentuk paket kering.

Sekretaris I Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi memastikan, pemenuhan gizi siswa tetap menjadi prioritas meski pola pembagian mengalami penyesuaian.

“MBG tetap diberikan tapi dalam bentuk kering,” ujar Mahila, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, distribusi tetap dilakukan melalui sekolah. Hanya saja, karena bentuknya tidak lagi makanan basah, skema pembagian memungkinkan dilakukan dua hingga tiga hari sekali.

“Distribusinya tetap. Jadi kemungkinan bisa skema dua hari sekali atau tiga hari sekali, karena kan kering,” terangnya.

Mahila menambahkan, perubahan bentuk paket tidak mengurangi standar gizi. Seluruh komposisi tetap mengacu pada hasil penghitungan tenaga ahli gizi (nutritionist) di masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Sudah ada aturannya. Itu sudah hasil penghitungan dari nutritionist di setiap SPPG,” tambahnya.

Mahila menyebut untuk menu juga disesuaikan. Buah tetap diberikan, namun bukan jenis yang berair tinggi seperti semangka.

“Macam-macam, tetap ada buahnya, tapi yang bukan basah seperti semangka. Rata-rata lebih jeruk, lengkeng dan sebagainya,” terang Mahila.

Terkait isi paket, Satgas MBG Kabupaten Malang juga mulai mendorong keterlibatan pelaku UMKM, dengan syarat produk yang disuplai memiliki nilai gizi terukur dan masa kedaluwarsa yang jelas.

“Kami mulai sosialisasi dan edukasi untuk bisa mengambil di UMKM. Jadi bukan snack sembarangan. Nilai nutrisinya sudah terukur dan jelas expired date-nya,” katanya.

Ia menekankan, paket MBG tidak akan diisi jajanan ringan yang minim kandungan gizi. 

“Yang jelas bukan cikian-cikian. Sudah terukur nilai nutrisinya,” tandasnya.

Mahila menambahkan, saat musim libur sekolah, mekanisme pengambilan juga bersifat fleksibel. Pihak sekolah dan orang tua akan diberikan opsi, mengingat tidak sedikit siswa yang bepergian ke luar kota saat libur.

“Musim libur kemarin ada mekanisme tersendiri. Ditawarkan ke sekolah dan murid-murid apakah mau mengambil. Kadang kalau libur mereka keluar kota,” pungkasnya. (yog/bob)