Ratusan Hektare Lahan Kekeringan, Warga Malang Selatan Gelar Salat Istisqa Minta Hujan

Ratusan warga gelar salat istisqa di Lapangan Desa Segaran, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang pada Sabtu (11/11/2023). (dok. Kades Segaran for Blok-a.com)
Ratusan warga gelar salat istisqa di Lapangan Desa Segaran, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang pada Sabtu (11/11/2023). (dok. Kades Segaran for Blok-a.com)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Musim kemarau panjang menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Malang dilanda kekeringan. Meski saat ini mulai memasuki musim penghujan, namun wilayah Malang Selatan masih kering kerontang.

Menyiasati bencana tersebut, ratusan warga di Malang Selatan menggelar salat istisqa untuk meminta hujan kepada Allah SWT.

Dalam ajaran agama islam, salat istisqa merupakan bentuk ikhtiar umat muslim kepada Allah SWT untuk meminta segara diturunkan hujan saat musim kemarau panjang.

Diikuti oleh ratusan warga, salat istisqa berlangsung penuh khidmat di Lapangan Desa Segaran, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Sabtu (11/11/2023).

Kepala Desa Segaran, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Tasan mengatakan, digelarnya salat istisqa merupakan hasil dari kesepakatan rapat antara Pemerintah Desa (Pemdes) dengan Ranting NU, tokoh agama, takmir masjid serta seluruh pemangku musala setempat.

Tasan mengatakan, digelarnya salat sunah ini sebagai bentuk ikhtiar warga untuk memohon agar desa setempat diberikan keberkahan lewat air hujan.

“Dengan digelarnya salat Istisqa ini semoga Allah segera menurunkan hujan, khususnya di wilayah Kecamatan Gedangan dan Kabupaten Malang pada umumnya,” ujar Tasan kepada awakmedia, Sabtu (11/11/2023).

Di sisi lain, lanjut Tasan, ada sekitar kurang lebih 100 hektare lahan pertanian warga yang dilanda kekeringan di Desa Segara.

“Selain itu krisis mata air juga terjadi di dua Pedukuhan yaitu Dusun Sumber Kotes Wetan dan Sumber Korea Kulon yang dialami oleh 950 Kepala Keluarga (KK),” jelasnya.

Sementara itu, dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, bencana kekeringan terus meluas di Kabupaten Malang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan menyebutkan, hingga Jumat (10/11/2023) kemarin, terdapat 19 desa yang terdampak kekeringan.

Di antaranya yakni Desa Kemiri dan Desa Jabung, Kecamatan Jabung. Desa Sumbul Kecamatan Singosari, Desa Sumberagung, Desa Kedungbanteng, Desa Sumawe, Desa Sitiarjo, Desa Ringinsari, Desa Tambaksari, Desa Argotirto, Desa Ringinkembar, Desa Klepu, Desa Druju dan Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Kemudian, Desa Putukrejo, Desa Kalipare, Desa Kalirejo, Desa Sumberpetung Kecamatan Kalipare serta Desa Dumberoto Kecamatan Donomulyo.

Sadono menerangkan, sejauh ini BPBD terus melakukan suplai air bersih guna membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk warga yang terdampak.

“Hari ini sebanyak 205.000 liter air (yang didistribusikan). Mulai dari 1 September hongga 10 November, pencapaian pensitribusian air sebanyak 6.124.900 liter air bersih,” jelas Sadono saat dikonfirmasi blok-a.com. (ptu/lio)