Kota Malang, blok-a.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya berencana melakukan penataan dan pengembangan kawasan Stasiun Malang pada akhir 2026.
Pengembangan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan mobilitas penumpang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan stasiun.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono mengatakan, Stasiun Malang memiliki peranan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Seiring dengan meningkatnya aktivitas penumpang, KAI menilai pengembangan kawasan stasiun perlu dilakukan agar lebih nyaman dan tertata.
“Seiring dengan meningkatnya aktivitas penumpang, kami akan segera melakukan pengembangan kawasan Stasiun Malang agar lebih nyaman dan tertata. Pengembangan yang dilakukan mencakup penyediaan kantong parkir, pedestrian, serta ruang bagi pelaku UMKM,” jelasnya, Minggu, 23 Agustus 2026.
Mahendro mengungkapkan, pengembangan kawasan Stasiun Malang nantinya mencakup sejumlah fasilitas pendukung. Salah satunya yakni penyediaan kantong parkir untuk mendukung pengaturan kendaraan sekaligus memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat menuju stasiun.
Selain itu, KAI juga akan melakukan pengembangan jalur pedestrian atau trotoar. Fasilitas tersebut difokuskan untuk menciptakan ruang berjalan kaki yang aman dan nyaman.
Tak hanya berkaitan dengan mobilitas, pengembangan juga mencakup penyediaan ruang bagi pelaku UMKM. KAI berharap keberadaan ruang tersebut dapat membuat kawasan stasiun lebih hidup sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan produk dan aktivitas ekonominya.
“Lalu untuk penyediaan ruang UMKM, diharapkan dapat menghadirkan kawasan stasiun lebih hidup. Sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan produk dan aktivitas ekonominya,” terangnya.
Mahendro menyampaikan, pengembangan kawasan Stasiun Malang tidak hanya untuk menjawab kebutuhan mobilitas penumpang saat ini. Penataan tersebut juga dilakukan agar kawasan stasiun dapat beradaptasi sekaligus mengantisipasi dinamika pertumbuhan penumpang pada masa mendatang.
“Karena itu, pengembangan mulai dari kantong parkir, pedestrian hingga ruang UMKM harus dilakukan secara terintegrasi,” tambahnya.
Namun, Mahendro menambahkan, rencana tersebut masih melalui tahapan kajian intensif. KAI masih memperhatikan berbagai aspek dalam proses tersebut, termasuk keselamatan, operasional, teknis, kenyamanan, serta kebutuhan masyarakat.
Di samping melakukan kajian, KAI juga berkoordinasi dengan berbagai instansi lintas sektor. Hal tersebut dilakukan agar pengembangan kawasan Stasiun Malang dapat dilakukan secara bertahap dan memberikan manfaat yang optimal.
“Pengembangan kawasan Stasiun Malang merupakan bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan layanan. Sekaligus, dapat memberikan dampak positif dan manfaat yang lebih luas bagi penumpang dan masyarakat sekitar,” tandasnya. (bob)






