Ternyata Belum Rampung, Proyek Drainase Suhat Malang Didenda Rp29 Juta per Hari

Proyek pembangunan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kota Malang, mengalami keterlambatan penyelesaian. Hingga Rabu (7/1/2026)
Proyek drainase Suhat (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Proyek pembangunan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kota Malang, mengalami keterlambatan penyelesaian. Hingga Rabu (7/1/2026) kemarin, pekerjaan masih berlangsung meski masa kontrak seharusnya berakhir pada 27 Desember 2025.

Humas Tim Teknis Eksternal Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur, Bagus Akbar, mengatakan progres pengerjaan kini menyisakan sekitar 3 persen. Pekerjaan yang belum rampung meliputi pembuatan inlet dan outlet, perapian, serta pengecoran.

Akibat molornya proyek, pelaksana dikenai sanksi denda sebesar 1 per 1.000 dari nilai kontrak senilai Rp29 miliar. Dengan skema tersebut, denda yang harus dibayarkan mencapai Rp29 juta per hari hingga pekerjaan dinyatakan selesai.

“Dendanya Rp29 juta per hari sampai proyek drainase ini benar-benar rampung,” kata Bagus, Rabu (7/1/2026).

Menurut Bagus, keterlambatan dipicu sejumlah faktor, di antaranya kondisi cuaca serta keterbatasan ruang kerja alat berat yang berada tepat di sisi jalur lalu lintas padat. Pengerjaan drainase pun harus dilakukan secara bertahap.

Sebelumnya, untuk mendukung pekerjaan, diterapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem contraflow dengan bantuan Dinas Perhubungan Kota Malang dan Polresta Malang Kota. Namun, rekayasa tersebut hanya diberlakukan hingga 22 Desember 2025.

“Setelah itu contraflow dihentikan karena fokus pengamanan Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.

Pasca dihentikannya rekayasa lalu lintas, pelaksana proyek menyiasati pekerjaan dengan sistem bergantian. Proses pengecoran dilakukan pada malam hari saat lalu lintas lengang, sementara perapian dan pembersihan bagian atas drainase dikerjakan pada siang hari.

Meski belum sepenuhnya rampung, Bagus memastikan drainase yang telah terpasang saat ini sudah berfungsi. Air hujan sudah dapat masuk ke saluran dan mengalir menuju Sungai Brantas.

“Perpanjangan waktu tahap pertama diberikan selama 50 hari. Pelaksana menargetkan proyek ini selesai pada pekan depan,” pungkasnya. (bob)