Tongkat Komando Polres Malang Beralih ke AKBP Taat Resdi, Perwira Berprestasi dengan Jejak Internasional

AKBP Muhammad Taat Resdi, Kapolres Malang menggantikan AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno (Instagram Polres Tulungagung)
AKBP Muhammad Taat Resdi, Kapolres Malang menggantikan AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno (Instagram Polres Tulungagung)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Kepemimpinan di tubuh Polres Malang resmi berganti. Jabatan Kapolres Malang yang sebelumnya diemban AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno kini diserahkan kepada AKBP Muhammad Taat Resdi.

Pergantian tersebut tertuang dalam surat telegram Kapolri bernomor ST/2781B/VII/KEP./2025 yang mengatur rotasi sejumlah pejabat utama Polri, termasuk posisi Kapolres Malang.

Danang Setiyo Pambudi Sukarno selanjutnya mendapat penugasan baru sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Metro Jaya. Ia menggantikan AKBP Putu Kholis Aryana yang kini menjabat sebagai Kapolresta Malang Kota.

Sementara itu, Muhammad Taat Resdi sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Tulungagung. Penunjukan ini menandai kepercayaan pimpinan Polri kepada figur perwira menengah dengan rekam jejak panjang, prestasi akademik, serta pengalaman lintas bidang, baik nasional maupun internasional.

Dilansir dari berbagai sumber, Taat lahir di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada 29 Desember 1984. Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN Candiroto lulus tahun 1996 dan SMPN 1 Ngadirejo lulus tahun 1999, sebelum melanjutkan ke SMA Taruna Nusantara Magelang dan lulus pada 2002.

Karier kepolisian dimulai setelah ia menamatkan pendidikan di Akademi Kepolisian pada 2005 dengan prestasi membanggakan, yakni peringkat terbaik ke-4. Mengawali tugas sebagai Inspektur Dua (Ipda), Taat ditempatkan di Polda Metro Jaya sebagai Komandan Peleton Pengendali Massa Dit Samapta.

Sejumlah penugasan strategis kemudian dijalaninya, mulai dari Kaurbinops dan Kanit Sidik Satreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kanit Resmob dan Kanit Krimsus Polres Metro Tangerang Kota, hingga Kanit Binmas dan Kanit Reskrim Polsek Jatiuwung.

Pada tahun 2012, Taat dipercaya menjabat Kapolsek Pagedangan, Polres Kota Tangerang. Saat itu, ia tercatat sebagai Kapolsek termuda di jajaran Polda Metro Jaya.

Di tengah padatnya penugasan, Taat terus mengembangkan kapasitas akademiknya. Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Satyagama Jakarta pada 2008.

Bahkan pada 2011, ia memperoleh beasiswa penuh dari Pemerintah Federal Australia untuk menempuh pendidikan S2 di University of Wollongong, dengan konsentrasi Master of Transnational Crime Prevention.

Prestasi akademik kembali ditorehkan saat menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) pada 2014. Ia meraih penghargaan Wiyata Cendekia dari Kapolri Jenderal Sutarman sebagai lulusan terbaik Jurusan Hukum Kepolisian.

Penugasan di Polda Jawa Tengah memperkaya pengalamannya di lapangan, mulai dari Kasubbag Humas Polres Wonosobo, Kasatlantas Polres Wonosobo dan Polres Cilacap, hingga Kasat Sabhara Polresta Surakarta.

Ia juga pernah dipercaya menduduki posisi strategis di lingkaran pimpinan Polri sebagai Kaurdoklitur dan Kaurproduk Sekretariat Pribadi Kapolri Jenderal M. Tito Karnavian.

Tak hanya itu, pada Oktober 2019, Taat juga ditugaskan sebagai Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. Usai menamatkan pendidikan Sespimmen Polri 2020, ia meraih penghargaan terbaik pertama untuk naskah akhir perorangan.

Kariernya kemudian berlanjut di Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Mabes Polri. Sejumlah jabatan penting pernah diembannya, antara lain Kanit Subdit Mata Uang dan Sistem Pembayaran, Subdit Perbankan, hingga Subdit Industri dan Perdagangan Bareskrim Polri.

Pengalaman internasional turut mewarnai perjalanan kariernya. Taat kerap dipercaya sebagai delegasi Polri dalam berbagai forum dan kerja sama internasional, mulai dari Belanda, Australia, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, hingga negara-negara ASEAN.

Di luar tugas kedinasan, Taat dikenal memiliki hobi olahraga lari, sepak bola, serta fotografi. Sementara secara profesional, ia menaruh perhatian besar pada isu kerja sama internasional penegakan hukum, kejahatan transnasional, perpolisian masyarakat, serta keamanan dan keselamatan berlalu lintas. (yog/bob)