Kota Malang, blok-a.com – Program angkutan kota (angkot) gratis bagi pelajar di Kota Malang dipastikan terealisasi pada 2026. Saat ini, Dinas Perhubungan Kota Malang masih memfinalisasi Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai landasan hukum sebelum program resmi dijalankan.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa pembahasan Perwal telah dilakukan dan kini tinggal tahap akhir sebelum implementasi di lapangan.
“Perwalnya sudah dibahas. Mudah-mudahan secepatnya bisa diimplementasikan. Kami berusaha semaksimal mungkin,” ujar Jaya, Jumat (13/2/2026).
Ia menegaskan, anggaran untuk program tersebut telah tersedia. Namun, regulasi tetap harus dipersiapkan secara matang karena skema angkot gratis ini dirancang sebagai program jangka panjang.
“Prinsipnya, anggaran sudah tersedia. Tetapi landasan peraturannya harus kami siapkan. Karena ini untuk jangka panjang,” tegasnya.
Jaya memastikan program angkot gratis bagi pelajar akan berjalan pada 2026. Bahkan, ia berharap implementasi dapat dimulai dalam waktu dekat setelah Perwal rampung difinalisasi.
“Pasti. Harus. Mudah-mudahan bulan ini bisa. Tinggal finalisasi Perwal,” katanya.
Selain regulasi, Dishub juga mematangkan kesiapan teknis, termasuk mekanisme pengadaan melalui e-katalog. Skema yang digunakan adalah Buy The Service (BTS), yakni pemerintah membeli layanan angkutan dari sopir angkot melalui koperasi.
“Nanti namanya Buy The Service, membeli layanan dari mereka melalui koperasi. Jadi mereka bergabung pada koperasi,” jelasnya.
Dari sisi trayek, Dishub akan mengombinasikan jalur angkot yang sudah ada dengan penambahan rute baru. Penambahan ini difokuskan pada jalur menuju sekolah-sekolah yang selama ini belum terlayani angkutan umum.
“Secara trayek eksisting, sekolah-sekolah itu sudah dilalui angkutan kota, sudah tercover. Yang kami tambahkan adalah jalur sekolah yang memang belum ada angkutannya. Ada sekitar dua jalur yang akan kami tambahkan,” terangnya.
Terkait armada, Dishub mengestimasi sekitar 80 unit angkot akan dilibatkan dalam program tersebut. Jumlah itu masih berpotensi bertambah, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
“Estimasinya 80. Kami lihat ketersediaan anggaran, kalau cukup ya bisa saja bertambah,” pungkasnya. (bob)








