Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Kota Malang, Rekrutmen Sopir Dimulai

Ilustrasi armada angkot Kota Malang. (blok-a.com/Yogga Ardiawan)
Ilustrasi armada angkot Kota Malang. (blok-a.com/Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai mematangkan program angkot pelajar gratis. Rekrutmen sopir ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan Januari 2026.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, R Widjaja Saleh Putra, mengatakan proses rekrutmen akan dilaksanakan oleh koperasi angkot yang ditunjuk sebagai operator. Meski demikian, Dishub tetap melakukan pengawasan ketat agar pelaksanaan sesuai standar.

“Rekrutmen kami targetkan dimulai pertengahan Januari. Pelaksanaannya oleh koperasi, namun tetap dalam pengawasan Dishub,” ujar Widjaja, Kamis (8/1/2026).

Saat ini, satu koperasi angkot telah ditetapkan sebagai operator program. Dari koperasi tersebut akan diseleksi sekitar 80 sopir yang telah memiliki armada eksisting untuk melayani pelajar mulai jenjang SD hingga SMA.

Dishub juga menetapkan sejumlah persyaratan bagi sopir, di antaranya sehat jasmani dan rohani, memiliki SIM A Umum, serta berkomitmen tidak merokok selama bertugas.

“Kami ingin sopir yang benar-benar ramah anak. Merokok dilarang karena penumpangnya pelajar. Jangan sampai mereka menjadi perokok pasif,” tegasnya.

Terkait batasan usia sopir, Dishub masih melakukan kajian. Wacana pembatasan usia sempat muncul, namun kini dikaji ulang agar tidak menimbulkan kesan diskriminatif.

Selain sumber daya manusia, kelayakan armada juga menjadi perhatian. Angkot keluaran lama, termasuk produksi sekitar tahun 2000, masih diperbolehkan beroperasi selama memenuhi uji KIR dan persyaratan administrasi.

Dalam operasionalnya, angkot pelajar akan melayani siswa sesuai jam sekolah, mulai pukul 05.00 WIB hingga maksimal pukul 16.00 WIB. Di luar jam tersebut, sopir diperbolehkan mengangkut penumpang umum selama tidak mengganggu layanan utama bagi pelajar.

“Yang terpenting, saat jam masuk dan pulang sekolah, mereka harus siap dan tepat waktu,” jelasnya.

Untuk mendukung program ini, Pemkot Malang telah menyiapkan anggaran biaya operasional kendaraan (BOK) sebesar Rp 1,9 miliar dengan skema buy the service selama satu tahun. Anggaran tersebut mencakup gaji sopir, perawatan armada, serta kebutuhan operasional lainnya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemkot Malang berharap program angkot pelajar gratis dapat menjadi solusi transportasi yang aman, nyaman, dan ramah anak bagi pelajar di Kota Malang mulai awal 2026. (bob)