Berantas Demam Berdarah, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan PSN

Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengajak masyarakat gencarkan gerakan PSN untuk berantas DBD.
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengajak masyarakat gencarkan gerakan PSN untuk berantas DBD.

Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota Malang mengambil langkah tegas dalam memerangi Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan meningkatkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di seluruh wilayah.

Lantaran, seperti yang diberitakan sebelumnya, RSSA mencatat sebanyak 118 kasus DBD terjadi di Kota Malang, dengan trend meningkat setiap bulannya. Dua orang anak meninggal dunia.

Pemkot Malang telah menyediakan berbagai peralatan untuk memberantas sarang nyamuk, termasuk obat Abate, serta layanan fogging jika diperlukan.

Namun, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, lebih menyarankan warga untuk lebih aktif dalam PSN daripada mengandalkan fogging.

“Ketika sarang nyamuk dibersihkan, ditutup, semua nyamuk akan mati. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara larva dan nyamuk muda tidak terlalu terpengaruh,” terangnya.

Selain itu, ia juga mengimbau seluruh perangkat wilayah, dari tingkat kelurahan hingga kecamatan, untuk proaktif dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya DBD dan pentingnya PSN.

Gerakan PSN dapat dilakukan dengan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan membersihkan tempat-tempat penampungan air serta barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Pemkot Malang juga turun langsung ke lapangan untuk memimpin gerakan PSN di pemukiman padat penduduk. Salah satunya seperti yang telah dilaksanakan di pemukiman padat Jalan S Supriadi Gang 9 wilayah RW 04 Kelurahan Sukun.

“Saya menemukan kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan. Saya menemukan sumur yang tidak terkunci, dan nyamuknya sudah keluar sebelum saya melakukan apa pun,” terangnya.

Wahyu lantas menginstruksikan sumur tersebut untuk langsung dibersihkan dan ditutup karena diduga menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk di wilayah tersebut.

Bahaya DBD tidak boleh dianggap remeh. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Dengan langkah-langkah ini, Pemkot Malang berharap dapat mengurangi kasus DBD dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit.(art/lio)