Kota Malang, blok-a.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang tengah mempertimbangkan perubahan desain separator median jalan di berbagai lokasi, termasuk Jalan Veteran dan Jalan Bandung.
Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko kecelakaan yang sering terjadi akibat kendaraan yang menabrak dan melanggar masuk ke area taman.
Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Wijaya, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama kendaraan mudah masuk ke area median adalah karena ketinggian separator yang hanya 20cm hingga 25cm dari permukaan jalan.
“Jadi, karena separatornya memang tidak lebih dari 20cm hingga 25cm dari permukaan jalan, kendaraan jadi mudah nyelonong masuk ke sana. Jika separatornya dibuat setinggi 30cm, mungkin akan sulit untuk mobil bisa sampai masuk ke taman,” ujarnya.
Sosok yang akrab disapa Rahman itu menjelaskan bahwa DLH Kota Malang mempertimbangkan untuk membuat separator lebih tegak daripada sekadar menambah tingginya.
“Untuk mengurangi risiko kecelakaan yang sering terjadi di area tersebut, kami memang mempertimbangkan untuk membuat separator lebih tegak. Jadi, bukan ditinggikan, tetapi posisinya yang sekarang agak miring akan dibuat lebih tegak. Dengan demikian, kendaraan tidak akan mudah nyelonong ke arah sana,” jelasnya.
Perubahan posisi ini diharapkan dapat menghalangi kendaraan yang melaju terlalu cepat dan mengurangi resiko kecelakaan. Namun, Rahman juga menekankan bahwa perubahan ini memiliki konsekuensi yang perlu diperhatikan.
“Jika separator terlalu tinggi, malah ada risiko kendaraan bisa terbalik langsung saat menabrak separator yang tegak,” katanya.
Oleh karena itu, pihak DLH Kota Malang akan melakukan pengamatan dan identifikasi yang menyeluruh sebelum menerapkan perubahan ini.
“Saya sendiri berencana untuk melakukan pengamatan dan identifikasi serta perencanaan di beberapa separator dan median yang ada di taman-taman,” tambah Rahman.
Rahman menegaskan, sebelum keputusan penegakan separator ini diambil, DLH Kota Malang sebagai badan yang mengelola pertamanan di Kota Malang akan melakukan identifikasi secara menyeluruh dahulu agar kenyamanan dan keamanan lalu lintas tetap menjadi prioritas utama.
“Kami akan melakukan identifikasi secara menyeluruh supaya konsekuensi yang diambil tidak terlalu besar. Ini adalah bagian dari pemeliharaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang terhadap taman dan keamanan lalu lintas agar bisa sinkron dan tidak menimbulkan risiko yang lebih besar,” pungkas Rahman.




