Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten Malang berharap percepatan pembangunan jalur Gondanglegi–Balekambang yang menjadi bagian dari jalur Pantai Selatan (Pansela) segera dirampungkan pengerjaannya. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib saat mendampingi Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, meninjau progres pembangunan di wilayah Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran, Kamis (9/4/2026) kemarin.
Peninjauan dilakukan pada ruas jalan sepanjang 30,485 kilometer dengan lebar 11 meter. Kunjungan ini bertujuan memastikan pembagian porsi pekerjaan antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Malang berjalan lancar.
“Terima kasih kepada Mas Emil, Wakil Gubernur Jawa Timur, dan Pemerintah Pusat yang telah membantu Kabupaten Malang dalam percepatan pembangunan ruas jalan Gondanglegi–Balekambang. Diharapkan dengan pembangunan ini mampu menambah kunjungan ke destinasi wisata di Malang Selatan,” ujar Lathifah.
Selain itu, rombongan juga meninjau pembangunan jalan sepanjang 2,9 kilometer dengan lebar 7 meter yang menghubungkan Jalan Ngambal Selorejo menuju Krisik, Wlingi. Ruas jalan tersebut direncanakan akan ditingkatkan statusnya menjadi jalan provinsi yang menghubungkan Malang–Blitar.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menjelaskan ruas Gondanglegi–Balekambang merupakan jalur penghubung strategis menuju Pansela yang membentang di sepanjang Pulau Jawa.
“Jalan ini merupakan sirip dari Kabupaten Malang dan Kota Malang menuju jalur Pansela. Di Jawa Timur, Pansela saat ini sudah tersambung hingga perbatasan Kabupaten Blitar, melintasi Pantai Ngliyep dan Sendangbiru ke arah Lumajang,” jelas Emil.
Ia menambahkan, pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari program yang didukung Islamic Development Bank serta Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Status jalan pun ditingkatkan dari jalan kabupaten menjadi jalan nasional.
Menurut Emil, trase jalur Pansela sempat mengalami perubahan dari rencana awal akibat faktor bencana, seperti erupsi yang berdampak pada infrastruktur dan kawasan rawan.
“Maka dilakukan penentuan trase ulang agar lebih aman dan berkelanjutan. Harapannya ini bisa menjadi bagian dari program yang didukung Bank Pembangunan Asia,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Emil menyebut masyarakat menyambut baik pembangunan jalan ini, terutama dengan adanya pelebaran dan drainase yang menjadikan jalan berstandar nasional.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan proses administrasi, termasuk penetapan lokasi (penlok) dan pembebasan lahan, agar proyek dapat selesai tepat waktu.
“Program ini ditargetkan selesai sebelum Juli 2027. Jangan sampai ada yang tertunda, karena ini sangat strategis untuk mendorong sektor pariwisata dan perikanan di Malang Selatan,” pungkasnya. (yog/bob)








