Dispangtan & Korem 083/Bdj Pastikan Ketahanan Pangan Kota Malang

Pembagian sembako oleh Kepala Dispangtan, Slamet Husnan, kepada warga Desa Wonokoyo (foto : Widya Amalia/Blok-A)
Pembagian sembako oleh Kepala Dispangtan, Slamet Husnan, kepada warga Desa Wonokoyo (foto : Widya Amalia/Blok-A)

Kota Malang, blok-a.com – Komandan Korem 083/Bdj Kolonel Inf Jamaludin, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan hadiri arahan daring Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, hari ini (1/11/2023).

Dalam arahan tersebut, pihaknya diminta untuk membagikan sepuluh paket sembako kepada masyarakat Desa Wonokoyo. Hal itu untuk memberikan rasa sejahtera bagi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

Ketika ditanya soal hasil tinjauan ketahanan pangan, pihaknya menilai bahwa Kota Malang masih tergolong aman. Meski sempat tidak sebanding antara pertumbuhan masyarakat dan jumlah lahan pertanian, namun pihaknya sudah membuka lahan baru untuk budidaya bahan pangan.

“Seperti yang kita ketahui, memang pertumbuhan masyarakat di Indonesia ini semakin banyak sementara jumlah kebutuhan lahan pertanian berkurang akibat kegiatan perumahan dan lain sebagainya,” beber Kolonel Inf Jamaludin kepada awak media.

Pihaknya menyebut sudah melakukan upaya pembukaan lahan bersama Dispangtan pada tahun ini. Antaranya pembukaan lahan pertanian baru di beberapa titik Kota Malang. Dan juga, pihaknya mengingatkan kembali soal larangan alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan dan aktivitas lainnya.

“Beberapa upaya yang dilakukan oleh TNI bekerjasama dengan pemerintah dalam hal ini dinas pertanian beberapa tahun belakangan sudah mencetak lahan baru untuk pertanian,” pungkas dia.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan. Pihaknya menilai, masyarakat Kota Malang masih terpenuhi kebutuhan bahan pangannya. Terkait pembukaan lahan baru, pihaknya telah membuka lahan budidaya jagung di beberapa titik Desa Wonokoyo, dan dekat Gor Ken Arok.

Sementara itu, Slamet juga menyebut bahwa hasil panen di Kota Malang masih tertinggi nomor 2 di Jawa Timur. Sehingga hasil panen masih di angka yang tinggi.

“Untuk hasil panen Kota Malang sekitar 6,8 ton per hektar,” beber dia.

Terkait luas lahan pertanian yang ditanami beras di Kota Malang, Slamet menyebut ada 814 hektar sawah. Sementara itu, sekitar 200 hektar difungsikan menjadi tanah tadah hujan. Pada musim kemarau akibat El Nino, dia menyebut bahwa sawah-sawah tersebut tetap terairi.

“Karena kami memakai irigasi yang bisa digunakan sepanjang tahun,” ujar dia.

Pemilihan Desa Wonokoyo sebagai salah satu titik program ketahanan pangan sendiri bukan tanpa sebab. Pasalnya, desa tersebut memiliki 20 hektar sawah yang mayoritas profesinya merupakan petani. Dalam satu tahun terakhir, Desa Wonokoyo telah difokuskan untuk meningkatkan produktivitas penghasil beras lokal di Kota Malang. (mg2/bob)