Kota Malang, blok-a.com – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro, yang kolaps saat mengikuti event sepak bola di Stadion Gajayana, Minggu (18/1/2026).
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Malang, saya turut berduka cita. Almarhum sudah memberikan nama besar di dunia persepakbolaan. Beliau pernah di Persema, di Arema, dan membawa nama Kota Malang,” ujar Wahyu Hidayat saat diwawancarai, Senin (19/1/2026).
Wahyu mengaku mengenal dekat sosok Kuncoro sejak lama, terutama saat almarhum masih aktif bersama Arema FC dan kerap bertanding di Stadion Kanjuruhan.
“Saya kenal dekat beliau pada saat di Arema, sering bertanding di Stadion Kanjuruhan dulu,” ungkapnya.
Terkait peristiwa meninggalnya Kuncoro, Wahyu menyebut hal tersebut sebagai takdir Tuhan Yang Maha Esa dan mengajak semua pihak untuk mendoakan almarhum.
“Ini sudah jalannya seperti itu. Kita tidak bisa berbuat apa-apa. Saya hanya bisa berdoa semoga almarhum husnul khatimah,” tuturnya.
Wahyu juga menanggapi informasi yang beredar di media mengenai dugaan adanya kesalahan teknis saat kegiatan berlangsung. Ia memastikan Pemerintah Kota Malang akan melakukan pengecekan melalui dinas terkait.
“Kalau saya baca di media, sepertinya ada kesalahan saat bermain. Saya sudah minta Kepala Disporapar untuk mengecek. Karena kebetulan kegiatan itu berlangsung di Stadion Gajayana, tapi stadion hanya ditempati. Ada komunitas yang melaksanakan kegiatan di situ,” jelasnya.
Menurut Wahyu, Kuncoro merupakan figur penting dan legenda sepak bola Malang Raya, baik bagi Arema FC maupun Persema Malang.
“Abah Kuncoro ini legenda sepak bola Malang Raya, baik untuk Arema maupun Persema,” tegasnya.
Sebagai bentuk penghormatan, Wahyu memastikan akan melayat ke rumah duka.
“Saya nanti akan takziah ke rumah duka. Karena ini juga legenda,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kuncoro meninggal dunia setelah kolaps di pinggir lapangan Stadion Gajayana dan sempat mendapatkan pertolongan sebelum dibawa ke RSSA Malang. Almarhum menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 18.00 WIB. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Arema FC dan insan sepak bola nasional. (bob)








