Gandeng Bank Dunia, Wali Kota Malang Siapkan Kawasan Terintegrasi hingga Skywalk Kayutangan–Suhat

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat diwawancarai awak media (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat diwawancarai awak media (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, Blok-a.com – Pemerintah Kota Malang mulai menjajaki kerja sama dengan Bank Dunia (World Bank) untuk menata kawasan pusat kota menjadi satu kesatuan terintegrasi. Mulai dari Kayutangan Heritage, Alun-alun, Splendid, Balai Kota, Stasiun hingga Kampung Warna-Warni.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut konsep tersebut sudah diusulkan secara menyeluruh kepada pihak Bank Dunia dan mendapat respons positif.

“Kita sudah ditawari terkait dengan kawasan yang terintegrasi antara Kayutangan Heritage, Alun-alun, kawasan Splendid, Balai Kota, sampai Stasiun. Menjadi satu kesatuan sampai ke Kampung Warna-Warni. Itu sudah kita usulkan,” ujar Wahyu.

Menurutnya, konsep yang diajukan tidak hanya fokus pada estetika kota, tetapi juga penataan fungsi ruang secara komprehensif, termasuk lokasi PKL, parkir, hingga titik wisata.

“Nanti di situ juga akan kita tempatkan mana PKL, mana parkir, mana tempat wisata. Jadi satu kawasan yang baik, tertata, dan tidak ada halangan. PKL ada tempat, parkir ada tempat,” terangnya.

Wahyu menambahkan, Bank Dunia tertarik karena konsep yang disiapkan Pemkot Malang dinilai sudah memiliki solusi konkret. Termasuk perubahan pola pikir dalam pengelolaan kawasan heritage.

“Konsepnya secara keseluruhan sudah kita sampaikan kepada Bank Dunia. Mereka tertarik karena sudah ada solusinya, salah satunya perubahan mindset yang ada di Kayutangan Heritage,” tambahnya.

Selain itu, untuk mempercantik tata kota Wahyu juga akan mengusulkan pembangunan skywalk . Namun, ia belum memastikan berapa besar anggaran untuk pembangunan karena saat ini masih dalam tahap pengusulan.

“Kan baru kita usulkan, kita belum tahu anggarannya,” katanya.

Rencananya, pembangunan skywalk akan dilakukan di dua wilayah yakni kawasan Kayutangan Heritagae dan Soekarno-Hatta. Ia menambahkan, konsep skywalk di dua kawasan tersebut akan dibedakan sesuai karakter wilayahnya.

“Mungkin akan sama-sama ada, tapi dengan ornamen yang berbeda. Satunya mengusung konsep heritage kolonial, satunya konsep milenial,” pungkas Wahyu. (yog/gni)