SPPG di Kabupaten Malang Diminta Belanja ke Kopdes Merah Putih dan UMKM Lokal

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah berdiri di Kabupaten Malang diminta memprioritaskan belanja kebutuhan pangan dari Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) serta UMKM setempat.

Sekretaris I Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, mengatakan arahan tersebut berasal dari Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat berkunjung ke Kabupaten Malang.

Mahila menyebut, Menko Bidang Pangan memberikan atensi khusus terhadap penguatan ekosistem ekonomi lokal melalui program MBG. Menurutnya, arahan tersebut menjadi penegasan bahwa MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga penguatan ekonomi kerakyatan.

“Beliau banyak memberikan arahan bahwasannya untuk SPPG-SPPG yang sudah berdiri diharapkan untuk belanja di Kopdes Merah Putih ini, termasuk UMKM yang ada di Kabupaten Malang, sehingga tidak jauh-jauh dan lebih mengutamakan pada ekonomi kerakyatan,” ujar Mahila, Senin (16/2/2026).

Ia menambahkan, dari total 233 SPPG yang direncanakan di Kabupaten Malang, sebanyak 185 telah berdiri. Dari jumlah tersebut, 159 sudah beroperasi (running), sementara 26 lainnya masih dalam tahap pembangunan.

“Jadi dari 233 SPPG sudah berdiri 185 dan yang sudah running sebanyak 159. Sementara yang dalam masa pembangunan ada 26,” tambahnya.

Adapun target penerima manfaat MBG di Kabupaten Malang mencapai 698.855 orang. Hingga saat ini, realisasi penerima manfaat telah mencapai 341.156 orang.

“Semua pemanfaatnya, jadi baik anak-anak, kemudian anak-anak sekolah, SD, SMP, SMA, kemudian santri-santri pesantren,” bebernya.

Terkait capaian target, Mahila menyebut secara sistem kuota sebenarnya sudah terpenuhi. Namun masih ada beberapa SPPG yang belum aktif penuh karena masih dalam tahap pembangunan atau kendala teknis administrasi.

“Sebetulnya kalau kita sampaikan di linknya itu sudah tertutup. Otomatis berarti sudah terpenuhi kuotanya. Namun mungkin ada beberapa SPPG yang masih masa pembangunan kemudian ada yang lupa klik, itu yang menimbulkan sampai dengan saat ini belum terpenuhi semua,” pungkasnya. (yog/ bob)