Viral! Motor Pembalap Liar di Suhat Dirusak Warga yang Kesal

Screenshot

Kota Malang, blok-a.com – Aksi pembubaran balap liar di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, viral di media sosial setelah warga turun tangan menghentikan para pelaku trek-trekan pada Sabtu dini hari (21/2/2026).

Peristiwa yang terjadi di sekitar Bundaran Patung Pesawat Suhat itu terekam dalam video dan diunggah akun Instagram Instagram @malangraya_info. Dalam rekaman, terlihat sejumlah warga menendang sepeda motor yang diduga digunakan untuk balap liar.

Dalam keterangan unggahan disebutkan warga sudah lama resah dengan aktivitas trek-trekan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

“Aksi balap liar di Kota Malang selalu membuat warga resah. Kali ini warga yang sudah geram akhirnya menghancurkan dan membuang motor salah satu pembalap ke sungai agar memberi efek jera,” tulis akun tersebut.

Berdasarkan penelusuran, aksi balap liar itu sempat memicu kerumunan. Warga yang kesal berupaya menghentikan para pelaku sebelum aparat kepolisian tiba di lokasi.

Kasatlantas Polresta Malang Kota, Rio Angga Prasetyo, membenarkan adanya aktivitas balap liar di kawasan Suhat. Polisi bergerak setelah menerima laporan masyarakat.

“Memang benar terjadi di kawasan Patung Pesawat Suhat. Di TKP sempat dihentikan oleh warga sekitar. Kami menerima laporan dari warga ke unit lantas di polsek terdekat, kemudian kami datangi dan langsung dibubarkan,” ujar Rio.

Rio mengatakan, pihaknya masih mendalami kronologi lengkap, termasuk informasi adanya kendaraan yang dirusak warga. Ia mengakui fenomena balap liar di Kota Malang masih kerap muncul dan berpindah-pindah lokasi.

“Ini masih kami dalami. Balap liar ini memang cukup merebak dan mereka berpindah-pindah. Kami sedang mencari formula untuk meminimalisasi, kalau bisa menghentikan sepenuhnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasatsamapta Polresta Malang Kota Yoyok Ucuk Suyono menyebut pihaknya telah menerima laporan awal dari anggota di lapangan.

“Informasi itu sudah kami terima dari anggota. Namun, kami masih mendalami kronologi pastinya,” kata Yoyok.

Menurutnya, insiden tersebut dipicu penolakan warga terhadap aktivitas balap liar yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Terkait trek-trekan kemarin memang ada banyak penolakan dari warga, sehingga terjadi kejadian itu. Kami berkolaborasi dengan lantas untuk penanganannya,” ujarnya.

Polisi kini mempertimbangkan sejumlah langkah pencegahan, mulai dari patroli rutin, kolaborasi dengan warga, hingga opsi penyediaan lokasi khusus agar aksi balap liar tidak kembali meresahkan masyarakat.