Kota Malang, blok-a.com – Kota Malang baru saja menorehkan prestasi membanggakan di bidang digitalisasi layanan publik. Dalam acara SPBE Summit 2024 dan Peluncuran GovTech Indonesia, Kota Malang berhasil masuk 10 Terbaik Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kategori Pemerintah Kota.
Tak hanya itu, Kota Malang juga sekaligus meraih penghargaan Digital Government Award (DGA) 2024 untuk pertama kalinya dalam kesempatan ini.
Hal ini tak lepas dari kesungguhan Pemerintah Kota Malang menjemput bola untuk mengawal instruksi Presiden Indonesia Joko Widodo tentang pentingnya integrasi layanan untuk menghindari tumpang tindih dan meningkatkan kemudahan bagi masyarakat.
“Kehadiran birokrasi harusnya melayani, bukan mempersulit atau menghambat. Sehingga tolok ukurnya adalah kepuasan masyarakat, kemudahan urusan masyarakat. Bagaimana bisa tercapai kalau ada 27 ribu aplikasi yang berjalan sendiri-sendiri, tidak terintegrasi dan bahkan tumpang tindih. Maka mulai tahun ini berhenti membuat aplikasi baru,” ujar manusia nomor satu di Indonesia itu.
Terkait hal ini, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan apresiasinya atas penghargaan ini dan berkomitmen untuk terus mendorong digitalisasi dan integrasi layanan publik.
“Ini merupakan apresiasi dan wujud nyata yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Malang. Sebagaimana arahan Bapak Presiden, aplikasi-aplikasi yang ada kita integrasikan, sehingga jika tahun 2022 lalu indeks SPBE kita hanya 2,60, tahun 2023 kemarin alhamdulillah di 3,82, ini meningkat signifikan,” papar Wahyu.
Upaya digitalisasi di Kota Malang meliputi berbagai aspek, mulai dari kebijakan dengan penetapan Peraturan Walikota Malang Nomor 8 Tahun 2023 tentang SPBE, hingga pembangunan infrastruktur digital seperti akses internet di seluruh perkantoran, ruang publik, dan 552 titik RW.
Selain itu, berbagai aplikasi layanan digital seperti Siapel Tegas (Administrasi Kependudukan), Si-Izol (Perizinan dan Non Perizinan Daerah), aplikasi pajak daerah, aplikasi Sambat (pengaduan), dan layanan kedaruratan 112 juga telah diluncurkan.
Semua aplikasi ini nantinya akan terintegrasi dalam satu platform tunggal layanan yang sedang dibangun oleh Pemkot Malang. Diharapkan dengan pencapaian ini, pelayanan digital di Kota Malang akan semakin baik dan memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan publik.








