Pemkab Malang Genjot Pengentasan Kemiskinan, Sanusi Siap Evaluasi Camat yang Abai

Bupati Malang, HM Sanusi saat kegiatan rakor program pengentasan kemiskinan (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Bupati Malang, HM Sanusi saat kegiatan rakor program pengentasan kemiskinan (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus memperkuat komitmennya dalam menurunkan angka kemiskinan. Komitmen itu ditunjukkan dalam rapat koordinasi pengentasan kemiskinan yang digelar di Pendopo Agung Malang, Kamis (11/12/2025).

Bupati Malang, HM Sanusi, menginstruksikan seluruh perangkat daerah hingga para camat untuk mengawal secara serius setiap program yang berkaitan dengan penurunan kemiskinan. Ia menargetkan penurunan angka kemiskinan harus terjadi setiap tahun.

“Seluruh program akan kita kerahkan untuk mengurangi kemiskinan,” ujar Sanusi.

Data yang dihimpun blok-a.com menunjukkan bahwa pada Maret 2024 angka kemiskinan Kabupaten Malang berada di angka 8,98 persen. Tahun 2025, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 8,78 persen, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 236.630 jiwa.

Sanusi mengingatkan seluruh perangkat daerah dan camat agar bekerja maksimal. Ia menegaskan tidak akan ragu melakukan evaluasi bahkan rotasi apabila ada camat yang tidak mendukung program prioritas daerah.

“Nanti kita evaluasi camat yang abai terhadap program-program Kabupaten Malang. Yang tidak mendukung RPJMD dan tidak mendukung dari musrenbang, nanti kita rotasi,” tegasnya.

Ia menjelaskan sejumlah program yang akan menjadi fokus percepatan, mulai dari peningkatan pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat. Menurutnya, seluruh program tersebut diarahkan untuk mendorong kesejahteraan warga sekaligus menurunkan angka kemiskinan secara lebih terukur.

“Secara global semuanya mengarah ke sana, karena mengarah untuk kesejahteraan masyarakat. Nanti terukur, kita petakan agar menemukan perekonomian yang dikembangkan dan berdampak terhadap pengurangan kemiskinan,” jelasnya.

Sanusi meyakini, jika seluruh perangkat bekerja maksimal, target zero kemiskinan ekstrem pada 2030 dapat tercapai.

“Kalau tahun ini bisa turun 1 persen, tahun depan bisa ditingkatkan lagi, pada akhirnya 8 persen itu adalah 0 persen,” pungkasnya. (yog/bob)

Exit mobile version