Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan Lirik Penuntasan Revitalisasi Pasar 

Kondisi Pasar Besar Kota Malang yang sepi pengunjung, Sabtu (3/8/2024) (blok-a/Yogga Ardiawan)
Kondisi Pasar Besar Kota Malang yang sepi pengunjung, Sabtu (3/8/2024) (blok-a/Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Usai dilantik menjadi Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan langsung tancap gas melakukan roadshow ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk mendengarkan pemaparan dan pemetaan langkah-langkah membangun Kota Malang.

Salah satu tujuan roadshow-nya adalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang.

“Ini memang salah satu agenda saya mendatangi OPD Kota Malang. Pertama saya dilantik hari Sabtu (10/8/2024), dan kemudian berkantor di hari Senin (12/8/2024). Juga pada saat apel sudah saya sampaikan akan berkoordinasi dengan OPD,” kata Iwan kepada awak media.

Menurut Iwan, hasil pertemuan ini nantinya akan menjadi bekal untuk menentukan program prioritas yang ada di Kota Malang. Dengan menentukan strategi-strategi yang akan dilakukan, Iwan yakin akan menemukan solusi yang tepat.

“Di OPD sudah ada outline-nya. Yang pertama program prioritas, yang kedua kaitannya dengan isu dan permasalahan bagaimana solusinya, progresnya seperti apa,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi menjelaskan hasil koordinasi dengan Pj Wali Kota Malang, proyek revitalisasi pasar diharapkan kembali menjadi prioritas.

Eko mengatakan, Pj Iwan memberikan atensi penyelesaian revitalisasi tiga pasar. Yakni Pasar Blimbing, Pasar Induk Gadang dan Pasar Besar.

“Atensi terhadap tiga pasar, yakni Pasar Blimbing, Pasar Induk Gadang dan Pasar Besar. Isu-isu kan itu,” kata Eko.

Prioritas utama yakni revitalisasi Pasar Besar. Namun untuk pelaksanaannya masih menunggu rapat dengan internal lanjutan dengan Pj Wali Kota.

“Prioritas pasar besar, kita rapat internal dulu. Menunggu arahan dari Pj,” ujarnya.

Terkait sumber pendanaan revitalisasi Pasar Besar, Eko berharap dapat dibantu melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Ketika nanti ditanya akan dikasih investor atau APBD. Jawabnya APBN,” sebutnya.

Sebagai informasi, revitalisasi Pasar Besar Kota Malang telah direncanakan sejak Sutiaji masih menjabat sebagai Walikota Malang pada tahun 2023.

Namun hingga tahun 2024, rencana revitalisasi Pasar Besar Kota Malang masih belum menemukan titik terang.

Tidak hanya isu terkait pasar. Menurut Eko, Pj Iwan juga menyoroti pemaksimalan aktivasi Malang Creative Center (MCC). Dengan inovasi dan kreativitas yang lebih menarik, diharapkan MCC lebih terekspos nantinya.

“Jadi kita lebih dituntut untuk berinovasi dan berkreativitas. Untuk mendorong MCC agar lebih terekspos. Tidak hanya ekonomi kreatif, ada juga budaya. Nanti akan kita kemas,” tambahnya.(mg1/lio)