Progres Pembangunan Jembatan Sonokembang, Bailey Geser 2,5 Meter

Progres Pembangunan Jembatan Sonokembang, Bailey Geser 2,5 Meter
Progres Pembangunan Jembatan Sonokembang, Bailey Geser 2,5 Meter (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Pembangunan Jembatan Sonokembang permanen mulai berjalan sejak 26 Januari 2026. Saat ini, pekerjaan sudah masuk tahap awal konstruksi berupa penggalian pondasi atau abutment jembatan.

Seiring progres tersebut, DPUPRPKP Kota Malang melakukan penggeseran Jembatan Bailey di lokasi untuk memberi ruang kerja alat berat.

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto mengatakan, saat ini, pekerjaan pembangunan jembatan telah memasuki tahap awal, yakni penggalian untuk pembangunan abutment atau pondasi jembatan.

“Di lapangan saat ini sudah mulai pekerjaan penggalian untuk pondasi jembatan permanen. Agar alat berat bisa bekerja lebih leluasa dan tidak mengganggu lalu lintas, Jembatan Bailey yang ada perlu digeser, bukan dibongkar,” ujar Dandung saat diwawancari blok-a.com, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, penggeseran Jembatan Bailey dilakukan dengan jarak sekitar 2,5 meter ke arah timur. Pergeseran ini dilakukan untuk memberi ruang manuver alat berat selama pekerjaan konstruksi berlangsung.

“Tujuannya biar alat berat itu leluasa untuk manuvernya. Sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas. Kalau posisi Jembatan Bailey ini tidak kita geser, nanti potensi mengganggu lalu lintasnya alat beratnya itu besar sekali,” jelasnya.

Penggeseran Jembatan Bailey diperkirakan memakan waktu sekitar empat hari, mulai 14-17 Februari 2026. Akses ditutup mulai Sabtu pukul 00.00 WIB dan direncanakan dibuka kembali pada Selasa (18/2/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Dinilainya, waktu pelaksanaan dipilih bertepatan dengan masa libur sekolah menjelang Ramadan agar tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar maupun mobilitas harian warga.

“Kita lakukan mulai Sabtu karena arus di sana banyak digunakan anak-anak sekolah. Kebetulan mulai Sabtu sampai beberapa hari ke depan itu libur menjelang puasa, sehingga pergeseran bisa dimanfaatkan pada waktu tersebut dan tidak mengganggu aktivitas sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, anggaran untuk pembangunan Jembatan Sonokembang mencapai Rp5,2 miliar.

Nantinya, jembatan tersebut, kata dia, dirancang dengan spesifikasi teknis berbeda dibanding sebelumnya untuk meningkatkan kekuatan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Panjang jembatan nanti 20 meter dengan lebar 9 meter, menggunakan konstruksi gelagar dari material beton dan beton pracetak. Elevasinya juga dinaikkan sekitar satu meter, terutama di sisi utara, supaya tidak terlalu turun seperti kondisi sebelumnya,” pungkasnya. (bob)

Exit mobile version