Kota Malang, blok-a.com – Sebanyak 1000 porsi ketupat dibagikan secara Cuma-Cuma dalam gelaran Sekuat Jati atau singkatan dari Seribu Ketupat Jatimulyo. Tidak sampai lima menit, seluruh porsi ketupat yang dibagikan ludes diserbu warga yang sejak pagi sudah menunggu gelaran tersebut.
Acara ini sendiri diselenggarakan oleh Kelurahan Jatimulyo dalam rangka uri-uri budaya sekaligus halal bi halal.
Gelaran yang diselenggarakan di depan Kantor Kelurahan Jatimulyo pada hari Minggu (5/5/2024) ini mengemas sejumlah rangkaian selain pembagian 1000 ketupat tersebut. Di antaranya adalah bazaar UMKM, pertunjukan kesenian, serta penanaman pohon.
“Acara ini istilahnya slametan atau tepatnya metri dengan harapan agar seluruh warga Jatimulyo selamat, sekaligus halal bi halal seluruh warga. Potensi-potensi UMKM di Jatimulyo sendiri sangat luar biasa, sehingga kita munculkan dalam Sekuat Jati ini,” terang Arif Subandi, ketua pelaksana.
Pj Walikota Malang Wahyu Hidayat yang turut berpartisipasi dalam gelaran tersebut mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan di Kelurahan Jatimulyo ini.
“Saya nggak nyangka ini luar biasa. Saya mengapresiasi acara Sekuat Jati. Juga saya lihat banyak kuliner yang kelihatannya enak-enak, dan acara ini menunjukkan potensi UMKM di Kelurahan Jatimulyo,” tuturnya.

Wahyu juga mengatakan, dengan bukti potensi UMKM yang besar itu, Pemkot Malang akan berusaha untuk memberikan dukungan sebesar mungkin.
“Salah satu tugas saya adalah mengangkat UMKM Kota Malang. Oleh karena itu, dengan hadirnya Kepala Diskopindag akan kita pantau, dan nanti akan kita bantu perkuat. Termasuk di dalamnya bagaimana pemasarannya, atau juga pembiayaannya,” terangnya.
Wahyu pun langsung menginstruksikan kepada Camat Lowokwaru untuk melestarikan kegiatan ini agar menjadi sebuah kegiatan rutin setelah melihat potensi masyarakat Jatimulyo.
“Saya minta Pak Camat Lowokwaru agar menjadi kegiatan rutin, karena banyak potensi-potensi kuliner dan UMKM yang bisa ditingkatkan. Terutama di Kelurahan Jatimulyo kan banyak rumah kost, itu harusnya bisa kita manfaatkan. Karena millennial itu memiliki ketrampilan dan kelebihan seperti pemasaran, jaringannya juga luas, jadi kalau diadakan rutin mereka bisa kita libatkan,” terang Wahyu.








