Tekan Angka Inflasi, Pemerintah Kota Batu Tanam Cabai dengan Produksi Capai 32,7 Ton

Caption: Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai saat melaksanakan panen cabai di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jumat (5/7/2024) (dok. Prokopim Kota Batu)
Caption: Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai saat melaksanakan panen cabai di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jumat (5/7/2024) (dok. Prokopim Kota Batu)

Kota Batu, blok-a.com – Pemerintah Kota Batu menanam cabai di lahan seluas sekitar 238 hektar yang tersebar di 3 kecamatan, dengan produksi diperkirakan mencapai 32,7 ton. 

Dengan langkah ini, Pemerintah Kota Batu, mampu meningkatkan ketahanan pangan dan menekan angka inflasi yang diakibatkan tingginya harga capai.

“”Panen cabai serentak yang dilaksanakan hari ini adalah salah satu program pemerintah untuk menjaga pasokan cabai di pasar, sekaligus memperkuat stok cabai. Dengan demikian, diharapkan dapat menstabilkan harga cabai di pasaran,” kata Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai saat melaksanakan panen cabai di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Kamis (4/7/2024), siang kemarin.

Lanjut, Pemerintah Kota Batu sendiri di Tahun 2024 menanam cabai jenis ORI 212 sebanyak 1500 peti atau sebanyak 450.000 bibit dengan waktu tanam kurang dari 4 bulan. 

“Juga memberikan bantuan alat dan mesin pertanian kepada 10 kelompok tani yaitu Kelompok Tani Maju Sukses Desa Tulungrejo (Cultivator dan Mesin Pemotong Rumput), Kelompok Tani  Wonoasri Desa Tulungrejo,” beber Agung.

“Dan juga Kelompok Tani Maju Makmur Desa Sumbergondo (Cultivator dan Sprayer 2 In 1), Kelompok Tani Joyo Makmur Desa Sumbergondo (Cultivator dan Sprayer 2 In 1), Kelompok Tani Sri Mulyo Jati Desa Giripurno (APPO), dan Kelompok Tani Margi Rahayu 03 Desa Gunungsari,” sambungnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga cabai rawit di kota yang terkenal akan dinginnya ini tercatat Rp28.250 per kilogram. Harga tersebut, tercatat mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan harga pada 1 Juli 2024 yang sebesar Rp22.750 per kilogram.

“Yang jelas dari langkah ini menjadi harapan yang berhasil untuk meningkatkan ketahanan pangan dan membantu mengendalikan harga cabai di pasar lokal,” tandasnya. (ags/bob)