Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengklaim masyarakat mulai merasakan dampak positif dari keberadaan Gedung Parkir Kayutangan di kawasan Kayutangan–Majapahit. Fasilitas tersebut dinilai mampu mengurai kepadatan kendaraan dan mengurangi kesemrawutan parkir yang selama ini menjadi persoalan utama di pusat kota.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan Gedung Parkir Kayutangan menjadi salah satu solusi strategis untuk mengatasi kemacetan di kawasan heritage Kayutangan yang selama ini padat aktivitas. Hal itu disampaikannya saat meresmikan pengoperasian Gedung Parkir Kayutangan Heritage pada Sabtu (10/1/2026).
“Ini salah satu solusi dengan gedung parkir, baik yang di Kayutangan maupun Majapahit. Tingkat kepadatan dan keruwetan kendaraan yang parkir di sepanjang Kayutangan sudah bisa kita atasi,” ujar Wahyu.
Ia mengklaim, sejak diberlakukan penataan parkir tersebut, kenyamanan pengunjung Kayutangan Heritage meningkat signifikan. Meski kendaraan roda empat masih diperbolehkan parkir di sisi kiri Jalan Kayutangan, kondisi lalu lintas dinilai jauh lebih tertib dibandingkan sebelumnya.
“Kami cek dua sampai tiga hari terakhir, alhamdulillah pengunjung lebih nyaman. Mereka bisa menikmati heritage Kayutangan tanpa terganggu parkir sepeda motor yang semrawut dan kemacetan,” katanya.
Menurut Wahyu, letak gedung parkir yang tidak terlalu jauh dari kawasan wisata turut mendukung pengalaman pengunjung. Hal ini mendorong wisatawan, baik lokal maupun luar kota, untuk menikmati kawasan heritage dengan lebih leluasa.
Penataan parkir di Kayutangan, lanjutnya, baru tahap awal. Pemkot Malang berencana menyambungkan kawasan Kayutangan Heritage dengan kawasan Splendid agar potensi wisata dan ekonomi di sekitarnya dapat ikut berkembang.
“Kita akan tata kawasan Splendid agar bisa merasakan dampak dari Kayutangan Heritage. Di sana ada potensi berbeda, ada sekolah heritage, Pasar Bunga, dan dulu dikenal dengan Pasar Senggol,” jelasnya.
Wahyu menambahkan, penataan kawasan Splendid juga akan menjadi solusi atas persoalan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir yang selama ini muncul di sekitar Alun-Alun Kota Malang. Kawasan bantaran sungai dan pasar yang masih terkesan kumuh akan ditata ulang agar lebih tertib dan representatif.
“Nanti tidak menutup kemungkinan akan ada jembatan ikonik yang menghubungkan Kayutangan Heritage dengan Splendid, sehingga menjadi satu kesatuan kawasan,” ungkapnya.
Ia membayangkan, ke depan pusat Kota Malang akan terintegrasi sebagai satu rangkaian destinasi wisata, mulai dari Kayutangan Heritage, kawasan Splendid, Pasar Senggol, Stasiun Kereta Api, hingga Alun-Alun Kota Malang yang sedang direvitalisasi.
Namun demikian, Wahyu menegaskan penataan tersebut harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak memunculkan persoalan baru.
“Kalau tidak ditata dengan baik, ini bisa jadi masalah. Kami juga sudah berdiskusi dengan DPRD, termasuk Ketua Komisi C dan Wakil Ketua DPRD, untuk menata PKL dan parkir agar semua tertampung,” bebernya.
Ia berharap penataan kawasan pusat kota dapat memberikan solusi berimbang, mulai dari kenyamanan wisatawan, keteraturan parkir, hingga keberlanjutan usaha PKL.
“Mudah-mudahan ini menjadi solusi terbaik, sehingga potensi dan permasalahan di pusat Kota Malang bisa ditangani secara bersama-sama,” pungkas Wahyu. (yog/bob)








