Gubernur Khofifah: Jawa Timur Provinsi Nomor 1 dalam Pendidikan

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Guru Nasional di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Kamis (23/11/2023) (foto: Satria Akbar Sigit/Blok-a.com)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Guru Nasional di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Kamis (23/11/2023) (foto: Satria Akbar Sigit/Blok-a.com)

Kota Malang, blok-a.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membeberkan sejumlah data prestasi yang telah diraih oleh Insan Pendidikan Jawa Timur. Ini menegaskan bahwa pendidikan di Provinsi Jawa Timur unggul dari seluruh provinsi-provinsi di Indonesia.

Pernyataan tersebut diungkapkan pada acara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2023 Provinsi Jawa Timur di Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), hari Kamis (23/11/2023).

Salah satu data pendukung yang ditunjukkan adalah jumlah siswa-siswi lulusan SMA/SMK se-Jawa Timur yang diterima perguruan tinggi sejak tahun 2020. Baik melalui jalur tes maupun tanpa tes, jumlah murid lulusan SMA/SMK di Jawa Timur yang diterima di perguruan tinggi adalah yang terbanyak se-Indonesia selama empat tahun berturut-turut.

Khofifah juga mengapresiasi antusiasme guru-guru SMA dan SMK se-Jawa Timur dalam mengikuti kepelatihan Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) yang dicanangkan oleh Kemdikbud, sehingga menjadi provinsi dengan peserta terbanyak se-Indonesia.

Tidak ketinggalan, disebutkan pula apresiasi tertinggi yang didapatkan oleh Jawa Timur pada Gelar Malam Anugerah Ki Hajar sebelumnya. “Kita, mendapatkan apresiasi tertinggi di antara provinsi-provinsi di Indonesia. Matur nuwun semuanya,” ujar Khofifah.

Apresiasi juga diberikan kepada insan pendidik SMK di Jawa Timur yang sebelumnya turut membimbing dan mendampingi para siswa untuk berpartisipasi dalam Lomba Kompetensi Siswa tingkat nasional hingga berhasil meraih gelar juara umum.

Lebih lanjut, dalam acara tersebut juga diberikan sebentuk tanda apresiasi berupa piagam dan sejumlah uang tunai kepada guru-guru inovatif. Juga murid-murid SMK yang meraih medali emas dalam Lomba Kompetensi Siswa tingkat SMK se-Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, satu orang siswa berhak memperoleh dana pendidikan sebesar 20 juta rupiah.

Berbagai bentuk apresiasi atas prestasi insan pendidikan Jawa Timur ini diharapkan dapat menjadi pelecut semangat untuk terus berkembang lebih baik lagi kedepannya.

“Para guru tidak boleh berhenti melakukan inovasi dan meningkatkan kreatifitas, demi bersiap menghadapi tantangan yang sangat dinamis di dalam maupun luar negeri,” ujar orang nomor satu di Jawa Timur tersebut. (mg5/gni)