Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mendorong wilayahnya menjadi laboratorium pembangunan bersama masyarakat. Langkah ini dibuka melalui kolaborasi riset Nagoya University Jepang dan Universitas Brawijaya (UB).
Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, mengatakan Kabupaten Malang memiliki keragaman geografis dan sosial yang dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus penelitian bagi akademisi nasional maupun internasional. Ia menyebut keragaman itu memberi nilai lebih untuk mengembangkan penelitian.
“Keragaman tersebut memberikan ruang yang sangat luas untuk pengembangan penelitian. Kabupaten Malang dapat menjadi laboratorium pembangunan yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Lathifah.
Dengan luas wilayah lebih dari 3.500 kilometer persegi, Kabupaten Malang memiliki karakter wilayah yang beragam. Mulai dari kawasan pegunungan, pertanian dan perkebunan, perkotaan hingga wilayah pesisir dan laut.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuka banyak peluang penelitian di berbagai sektor. Di antaranya ekonomi desa dan pemberdayaan masyarakat, transformasi digital, penguatan ekonomi lokal, pertanian, ketenagakerjaan, pariwisata hingga pengelolaan lingkungan hidup.
Pemkab Malang pun ingin perguruan tinggi tidak menjadikan Kabupaten Malang sebatas objek penelitian. Riset yang dilakukan diharapkan menjadi proses kolaborasi untuk menguji gagasan, menemukan inovasi dan menghasilkan solusi yang bisa diterapkan di masyarakat.
“Perguruan tinggi memiliki pengetahuan dan kapasitas riset, sedangkan pemerintah daerah memegang data, kewenangan, serta ruang implementasi kebijakan. Ketika keduanya bersinergi, hasil riset akademik dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan publik yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Lathifah menilai hubungan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi perlu diperkuat agar hasil penelitian tidak berhenti pada laporan maupun publikasi ilmiah. Riset diharapkan dapat memberikan pijakan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Dukungan terhadap dunia pendidikan tinggi juga ditunjukkan Pemkab Malang melalui pemberian hibah lahan untuk pengembangan kampus Universitas Brawijaya di Kecamatan Kepanjen.
“Melalui kegiatan diseminasi penelitian internasional ini, diharapkan dapat lahir penelitian yang berkualitas, jejaring pengetahuan yang berkelanjutan, serta inovasi yang membawa kemajuan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Malang,” ungkapnya.
Sementara itu, kolaborasi penelitian Nagoya University di Kabupaten Malang mengambil lokus di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen. Penelitian tersebut berfokus pada tiga sektor, yakni pariwisata, pertanian dan pendidikan.
Pemilihan Sanankerto menjadi salah satu lokus penelitian dinilai menunjukkan potensi lokal Kabupaten Malang yang dapat dikaji dalam perspektif pembangunan berkelanjutan.
Hasil penelitian tersebut diharapkan tidak hanya memperkaya kajian akademik, tetapi juga memberikan perspektif baru bagi Pemkab Malang dan masyarakat dalam mengembangkan potensi wilayah.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Diklat Keuangan (BDK) Malang beserta jajaran, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB UB, tim KKN Nagoya University Jepang yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, serta jajaran kepala perangkat daerah Kabupaten Malang. (yog)








