Ratusan Mahasiswa di Kepanjen Malang Tandatangani Petisi Pemilu Damai Tanpa Provokasi

Penandatanganan petisi pemilu damai 2024 di Universitas Raden Rahmat (Unira) Kepanjen, Kabupaten Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Penandatanganan petisi pemilu damai 2024 di Universitas Raden Rahmat (Unira) Kepanjen, Kabupaten Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

 

Kabupaten Malang, blok-a.com – Beda sikap dengan mahasiswa Malang lainnya, ratusan mahasiswa Universitas Raden Rahmat (Unira) Kepanjen justru sepakat menandatangani petisi untuk mengawal Pemilu damai 2024, pada Senin (5/2/2024) siang.

Ratusan masa dari kalangan mahasiswa beralmamater hijau itu berkumpul di lapangan kampus sejak pukul 09.30 WIB. Mereka juga sempat melakukan orasi untuk menyuarakan netralitas Pemilu 2024.

Ketua Badan Executive Mahasiswa (BEM) Unira Kepanjen, Muhammad Hilmi Asidiqi mengatakan, penandatanganan petisi ini bertujuan untuk menghimbau agar mahasiswa tidak terprovokasi dan tetap netral dan damai dalam jalannya Pemilu 2024.

“Tujuan aksi hari ini mengawal Pemilu Damai 2024. Karena saat ini maraknya informasi hoaks bertebaran, khususnya di H-10 menuju Pilpres 14 Februari 2024,” ujar Hilmi di hadapan awakmedia, Senin (5/2/2024).

Terlebih, kabar hoaks menjadi tren yang kerap terjadi sehingga dapat menyebabkan perpecahan. Ia berharap, mahasiswa Unira bisa memilah isu-isu politik yang tengah diperdebatkan.

“Maka dari itu tujuan kami mengadakan kegiatan hari ini untuk membawa mahasiswa Unira Malang berada ditengah-tengah titik sentral untuk tidak termakan dan terbawa informasi hoaks politik nasional. Kami coba berada di tengah, agar suasana saat ini tidak semakin memanas,” ucap Hilmi.

Disinggung perkara kampus yang melakukan penolakan di Malang Raya, kata Hilmi, beberapa kampus di Malang memang banyak yang memihak salah satu paslon. Namun, Unira memilih untuk netral melalui penandatanganan petisi.

“Alhamdulillah tidak ada penolakan dari kami, karena intinya dalam petisi kita coba ikut menetralkan hoaks politik jelang Pemilu. Ada isu-isu apapun harus tetap kita kaji, kita bahas sedetail mungkin. Karena banyak saat ini isu-isu yang dibuat buat, sehingga dengan petisi ini mahasiswa Unira tidak termakan isu-isu politik tersebut,” tutupnya. (ptu/bob)