Surabaya, blok-a.com – Mahasiswa baru Jawa Timur yang diterima perguruan tinggi negeri favorit peringkat tertinggi terbanyak se Indonesia. Untuk itu Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tak mau prestasi itu geser atau turun.
Caranya, Disdik Provinsi ini membuat simulasi test serentak Ujian Tes Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT) untuk siswa SMA/SMK di Jawa Timur.
Di sini Dinas Pendidikan Jawa Timur menggandeng Edubrand sebagai pelaksana.
Kegiatan simulasi UTBK-SNBT ini diikuti 18.596 siswa di Jawa Timur dari 816 SMA/SMK negeri dan swasta di Jawa Timur.
Rinciannya, sebanyak 10.115 siswa dari 415 SMA negeri, 1.187 siswa dari 61 SMA swasta. Kemudian 6.134 siswa dari 270 SMK negeri dan 1.160 siswa dari 70 SMK swasta.
Pelaksanaan simulasi terbagi menjadi dua sesi yakni pukul 09.00-11.00 WIB untuk SMA dan pukul 13.00-15.00 WIB untuk SMK.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wahid Wahyudi bersyukur simulasi berjalan lancar dikuti siswa kelas XII seluruh SMA/SMK di Jawa Timur.
Mereka ikut simulasi UTBK-SNBT tanpa dipungut biaya alias gratis dan tiap sekolah kirim 25 siswa.
Hasil simulasi akan dianalisis sehingga menjadi data dan dokumen anak. Di antaranya, statistik nilai skolastik, nilai literasi, nilai rata-rata dan nilai akhir.
“Simulasi ini bermanfaat bagi siswa karena mereka akan mengetahui juga memahami jenis bentuk dan type soal yang akan dihadapi nanti di UTBK-SNBT,” ujar Wahid.
Materi test simulasi, untuk materi tes skolastik memuat kemampuan penalaran umum, kemampuan memahami bacaan, dan menulis pengetahuan kuantitatif.
Selain itu, pada materi tes literasi memuat literasi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, juga penalaran matematika.
“Mudah-mudahan dapat terus mempertahankan posisi Jawa Timur sebagai rangking tertinggi jumlah lulusan yang diterima di PTN se Indonesia,” harap Wahid.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut test simulasi SNBT ini sebagai upaya mempersiapkan siswa agar lebih matang mengerjakan soal-soal SNBT karena ada perubahan sistem masuk perguruan tinggi dari UTBK-SBNPTN menjadi UTBK-SNBT sesuai SK Mendikbudristek no 48 tahun 2022.
Dua model test simulasi dilakukan, yakni secara online, dimana siswa dapat mengerjakan soal simulasi melalui laptop, PC atau android yang terhubung langsung ke server penyelenggara.
Kedua, semi online. Pada model pelaksanaan ini soal disimpan melalui server. Kemudian secara bersamaan siswa mengerjakan di lab komputer.
“Model pelaksanaan semi online ini untuk mengatasi jaringan yang belum bagus. Seperti daerah kepulauan, pedalaman, atau pegunungan,” ujar Khofifah.
Tak hanya itu, Khofifah juga mengungkapkan hasil simulasi yang telah dikerjakan siswa akan dianalisis sehingga menjadi data dan dokumen siswa.(kim/lio)







