4 Nelayan Sendangbiru Hilang di Samudera Hindia, Polairud Dirikan Posko Pencarian di Pantai Prigi

Polairud Polres Malang saat menyusuri laut melakukan pencarian terhadap empat nelayan yang hilang. (Dok. Polairud Polres Malang)
Polairud Polres Malang saat menyusuri laut melakukan pencarian terhadap empat nelayan yang hilang. (Dok. Polairud Polres Malang)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Empat nelayan asal Malang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Samudera Hindia. Kapal yang mereka tumpangi, KMN Albakor 01, hilang kontak sejak pertengahan September 2025.

Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian di area selatan Jawa Timur.

Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno melalui Kasat Polairud AKP Yoyok Supandi membenarkan laporan hilangnya kapal tersebut.

Menurut keterangan yang dihimpun, KMN Albakor 01 berangkat dari Pelabuhan Sendangbiru pada Rabu, 10 September 2025, sekitar pukul 13.00 WIB untuk mencari ikan di rumpon sekitar 30 mil dari bibir pantai.

Namun hingga Minggu (28/9/2025), kapal tak kunjung kembali ke dermaga dan hilang kontak.

“Biasanya mereka melaut antara tujuh sampai empat belas hari. Tapi ini sudah lebih dari dua minggu belum ada kabar,” ujar Yoyok.

Keempat nelayan yang hilang adalah Jumianto (56) sebagai nahkoda, Arifin (40), Dafit (45), dan Irfan (20), seluruhnya berprofesi sebagai nelayan asal Sendangbiru, Kecamatan Sumawe, Kabupaten Malang, dan Mergan, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Tim gabungan dari Satpolairud Polres Malang, Pos TNI AL Sendangbiru, Basarnas, PSR Malang Selatan, dan para nelayan setempat telah melakukan penyisiran laut sejak laporan diterima. Titik pencarian diperluas hingga 50 mil dari bibir pantai.

“Info dari tim SAR PSR Malang Selatan, hasil koordinasi dengan Basarnas, posko pencarian didirikan di Pantai Prigi, Trenggalek. Sebab ada temuan tutup kotak ikan di sekitar perairan Prigi yang diduga milik KMN Albakor 01,” ungkap AKP Yoyok.

Selain itu, tim juga menerima laporan dari nelayan di wilayah Tambakrejo, Blitar, yang menemukan jerigen biru dan beberapa benda terapung lain yang diduga berasal dari kapal nahas tersebut.

“Semua temuan sudah kami tindaklanjuti dan sedang diidentifikasi,” tambahnya.

Satpolairud telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari mendatangi rumah nahkoda dan pemilik kapal, mencatat saksi, hingga mengoordinasikan operasi pencarian lintas instansi.

“Kami sudah laporkan ke Dirpolair dan menyebar informasi ke seluruh jajaran. Upaya maksimal terus dilakukan,” pungkas Yoyok.

Pencarian akan terus dilanjutkan dengan fokus di perairan selatan Kabupaten Malang hingga Trenggalek, menyesuaikan dengan arah arus laut dan temuan-temuan terbaru di lapangan. (yog/lio)