Kabupaten Malang, blok-a.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur yang berlaku mulai 30 Oktober hingga 5 November 2025. Cuaca ekstrem ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan hujan es.
Dalam edaran bernomor e.B/ME.02.04/053/KSUB/X/2025, BMKG menyebut bahwa kondisi ini terjadi akibat adanya gangguan gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby yang saat ini melintasi wilayah Jawa Timur.
“Sebagian wilayah Jawa Timur saat ini berada pada masa pancaroba, sementara sebagian lainnya sudah memasuki awal musim hujan. Diprakirakan dalam sepekan ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” kata Kepala BMKG Juanda, Taufik Hermawan.
Menurutnya, suhu muka laut di perairan sekitar Jawa Timur, khususnya Selat Madura, masih cukup hangat dengan kisaran 24–31°C dan anomali mencapai +2,0°C. Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Selain itu, hasil analisis angin gradien pada ketinggian 3.000 feet menunjukkan adanya pola konvergensi di wilayah Jawa Timur, dengan arah angin dominan dari selatan. Kondisi udara atas juga menunjukkan tingkat kelembapan tinggi di lapisan bawah hingga menengah yang memperkuat potensi pembentukan awan hujan.
Adapun wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem antara lain Kabupaten Malang, Lumajang, Blitar, Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, Surabaya, Jember, Bondowoso, Bangkalan, Sumenep, Kediri, Tulungagung, Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, Mojokerto, Madiun, Ngawi, dan Pamekasan.
“Kami mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Wilayah dengan topografi curam atau bergunung agar lebih waspada terhadap kemungkinan banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang,” ujar Taufik.
BMKG juga meminta masyarakat untuk memantau informasi cuaca terkini melalui situs stamet-juanda.bmkg.go.id, akun media sosial @infobmkgjuanda, atau layanan WhatsApp 0895800300011 untuk memperoleh peringatan dini 2–3 jam ke depan.
“Kewaspadaan masyarakat sangat penting agar dampak bencana bisa diminimalkan. Terutama di wilayah rawan bencana hidrometeorologi seperti Malang bagian selatan, Lumajang, dan Trenggalek,” tegas Taufik. (yog/bob)








