Kandang di Malang Terbakar Hebat, 13 Ekor Kambing Hangus

Proses pemadaman kandang kambing dan sapi di Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang (dok. Damkar Kabupaten Malang)
Proses pemadaman kandang kambing dan sapi di Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang (dok. Damkar Kabupaten Malang)

 

Kabupaten Malang, blok-a.com – Video peristiwa kebakaran kandang tersebar di grup Whatsapp. Dalam video yang berdurasi belasan detik tersebut memperlihatkan api tengah membesar, sejumlah pengguna jalan juga nampak berhenti menyaksikan kejadian.

Peristiwa kebakaran di kandang tersebut dikabarkan terjadi di wilayah Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada Minggu (4/8/2024) sekitar pukul 19.15 WIB.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang, Sigit Yuniarto membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, kebakar itu menimpa bangunan kandang kambing dan sapi.

“Peristiwa kebakaran dikabarkan pada Minggu (4/8) sekitar pukul 19.35 WIB,” kata Sigit kepada awakmedia, Senin (5/8/2024).

Usai mendapatkan laporan tersebut, petugas pemadam kebakaran bergegas menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Sesampainya TKP, petugas kemudian melakukan tindakan. Proses pemadaman berlangsung cukup panjang karena api yang terlanjur membesar, kurang lebih memakan waktu selama 2,5 jam.

“Sesampainya di lokasi dan tindakan penanggulangan pukul 19.55 WIB, kemudian api berhasil dijinakkan sekitar pukul 21.30 WIB,” katanya.

Lebih lanjut, Sigit menerangkan, kebakaran yang menimpa kandang yang bertempat di RT 6 RW 2 Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, tersebut disebabkan adanya hubungan arus pendek.

“Indikasi sumber api berasal dari korsleting arus pendek listrik,” terangnya.

Akibatnya, pemilik bangunan kandang, Hariadi (48), harus menelan kenyataan bahwa kandang seluas kurang lebih 2000 meter hangus dilalap sijago merah.

“Akibatnya 13 ekor kambing mati (terbakar),” tambahnya.

Dari data Damkar Kabupaten Malang, akibat peristiwa tersebut pemilik kandang harus menelan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

“Kerugian material kurang lebih Rp200 juta rupiah,” pungkasnya. (ptu)