Kabupaten Malang, blok-a.com – Kebakaran hebat yang melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court, Tai Po, Hongkong pada Rabu (26/11/2025) menyisakan duka mendalam bagi warga Kabupaten Malang. Erawati (34), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Juwok, Kecamatan Dampit, menjadi salah satu korban meninggal dunia setelah terjebak di dalam apartemen tempatnya bekerja. Detik-detik terakhirnya sempat disaksikan langsung oleh sang suami, Suyitno, melalui panggilan video.
Suyitno, saat ditemui di kediamannya mengatakan, sempat berkomunikasi melalui Whatsapp sebelum terjadinya peristiwa yang merenggut nyawa istrinya itu. Ia menambahkan sang istri mengabari melalui pesan singkat Whatsapp bahwa telah terjadi kebakaran di tempatnya bekerja.
“Dia Whatsapp ke saya kalau dia terjebak di dalam apartemen yang mengalami peristiwa kebakaran” kata Suyitno dengan nada lirih, Selasa (2/12/2025).
Kemudian, mendengar kabar itu Suyitno mengambil langkah dengan menelepon sang istri untuk melihat kondisi secara langsung. Dalam panggilan video call itu, lanjut Suyatno kepulan asap terlihat mengepul di sekitar wajah sang istri.
“Asapnya mengepul, tapi wajah istri saya masih kelihatan sambil menutup hidungnya dengan kain yang mungkin sudah dibasahi,” tambahnya.
Selama percakapan tersebut, Suyitno menceritakan Erawati meminta maaf kepada dia dan seluruh keluarganya. Dengan mata berkaca-kaca, Suyitno mengulangi kata-kata istrinya bahwa sudah tidak kuat karena asap yang semakin tebal memasuki apartemen dia bekerja.
“Dia memohon minta maaf sama keluarga kalau ada kesalahan, minta dimaafkan sama nyari anaknya itu,” imbuhnya.
Setelah itu, lanjut Suyitno panggilan telepon kepada istrinya tiba-tiba terputus. Ia sempat mencoba kembali menghubungi namun tidak direspon.
“Sekitar 30 menit terputus. Saya telepon kembali tapi tidak diangkat meskipun menyambung,” tuturnya.
Pada hari Jumat, imbuh Suyitno mendapatkan kabar duka dari agency yang menyalurkan Erawati bekerja ke Hongkong pada Jumat (28/11/2025) bahwa sang istri menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran tersebut.
“Saya mendapatkan kabar dari agency Jumat sekitar habis asharan itu,” jelasnya.
Suyitno mengaku ikhlas dengan kepergian sang istri karena sudah menjadi bagian dari takdir. Namun ia berharap jenazah Erawati segera bisa dipulangkan untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.
“Insya Allah dia sudah tenang dan pergi secara baik karena waktu bekerja,” pungkasnya.
Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang terus menjalin komunikasi dengan pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hongkong untuk proses pemulangan jenazah. Selain Erawati, korban asal Malang yakni Siti Khotimah yang merupakan warga Kecamatan Ngajum.
“Kita terus berkomunikasi, untuk saat ini kami memohon maaf karena masih belum mengetahui pastinya seperti apa. KJRI juga masih belum menghubungi kami,” kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Malang, Tri Darmawan. (yog/bob)








