Kota Malang, blok-a.com – Trotoar Jembatan Embong Brantas di Jalan Gatot Subroto amblas setelah hujan deras terus menerus mengguyur Kota Malang pada Minggu (23/11/2025) malam. Material tanah, lumpur, dan bebatuan longsor ke bawah dan menghantam permukiman warga di Kampung Tridi RT 1 RW 12 Kelurahan Kesatrian Kecamatan Blimbing.
Sedikitnya 10 rumah terdampak. Air bercampur lumpur masuk ke dalam rumah warga hingga merusak perabotan dan peralatan elektronik.
Sofyan (39), salah satu warga terdampak, mengaku kejadian terjadi sekitar pukul 18.00 WIB ketika dirinya sedang beristirahat di kamar.
“Kejadiannya kemarin malam, ketika itu saya istirahat di kamar rumah. Lalu ada suara krosak-krosak bress, saya kira ada kecelakaan mobil jatuh dari atas jembatan,” ujarnya.
Saat keluar rumah, jalan kampung sudah tergenang air, lumpur, dan bebatuan besar.
“Air sama lumpur dan bebatuan seukuran kepala orang dewasa jatuh dari atas dan sudah menggenangi jalan kampung sini. Saking derasnya, air sama lumpurnya masuk ke dalam rumah warga,” tambahnya.
Melihat kondisi trotoar jembatan sudah ambrol, Sofyan naik ke atas dan memindahkan pot bunga yang ada di trotoar ke tengah jalan agar kendaraan tidak terlalu ke pinggir.
“Saya langsung ke atas, lalu pot-pot bunga saya taruh ke tengah agar kendaraan yang melintas di Jalan Gatot Subroto tidak melintas terlalu pinggir ke Jembatan Embong Brantas. Setidaknya, ada 10 rumah warga termasuk rumah saya kemasukan air sama lumpur sampai perabotan dan beberapa alat elektronik rusak,” bebernya.
Kondisi terparah dialami rumah milik Dasuki karena posisinya tepat di bawah trotoar yang ambrol.
“Kondisi paling parah rumah Pak Dasuki, soalnya posisi rumahnya tepat di bawah trotoar Jembatan Embong Brantas yang ambrol. Tembok belakang rumahnya sampai jebol,” tambahnya.
Istri Dasuki, Sunarsih (55) sedang memasak saat kejadian. Suaminya berada di ruang tamu.
“Pas masak, saya dengar suara krotok-krotok menggelegar kayak petir. Lalu kondisi rumah bergetar, saya kira itu gempa,” ungkapnya.
Tak lama kemudian tembok belakang rumah jebol dan lumpur menerjang masuk ke dapur.
“Air sama lumpur langsung mengenai saya, sampai saya kira enggak akan hidup lagi. Untungnya, tidak sampai kena reruntuhan tembok belakang,” imbuhnya.
Sunarsih kemudian berlari ke ruang tamu dan menyeret suaminya keluar rumah.
“Setelah itu, saya sama suami keluar rumah. Selain tembok belakang jebol, tembok dua kamar tidur dan kamar gudang yang ada di lantai dua juga ikut jebol dan lumpurnya masuk ke dalam rumah. Sehingga untuk sementara ini, kami mengungsi dulu di rumah tetangga,” terangnya.
Hingga Senin (24/11/2025), warga masih melakukan pembersihan secara mandiri sambil menunggu penanganan dari pihak terkait. (bob)








