Pelajar SMP Bonceng Ibunya Kecelakaan di Pakisaji Malang, Keduanya Luka-Luka

Pelajar SMP Bonceng Ibunya Kecelakaan di Pakisaji Malang, Keduanya Luka-Luka
Pelajar SMP Bonceng Ibunya Kecelakaan di Pakisaji Malang, Keduanya Luka-Luka

Kabupaten Malang, blok-acom – Kecelakaan terjadi Jalan Raya Pakisaji, Desa Pakisaji Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang, Kamis (10/10/2024).

Kecelakaan tersebut terjadi jam 06.00 pagi. Kecelakaan ini melibatkan kendaraan Honda Grand dan juga Honda GL Max.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang Ipda Joko Taruno mengatakan, untuk identitas pengendara motor Honda Grand yang terlibat kecelakaan di Pakisaji itu berinisial AZF (14) pelajar SMP. Dia membonceng ibunya berinisial KB (50). Keduanya warga Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang.

“Dan pengendara motor Honda GL Max, berinisial NS (16) pelajar SMA asal Desa Sumberpucung, Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang,” ujar Jotar sapaan akrab pria berpangkat balok satu ini, Kamis (10/10/2024).

Dijelaskan Jotar terkait kronologi kecelakaan, berawal saat pengendara motor Honda Grand yaang membonceng ibunya, keluar dari gang atau dari arah barat kemudian menyeberang ke arah selatan.

Bersamaan dengan itu dari arah selatan ke utara sedang melaju pengendara motor Honda GL Max N-5568-EBN, dengan kecepatan sedang.

“Karena jarak sudah dekat dan pengendara Honda Grand pada saat keluar gang tidak memperhatikan kendaraan lain yang melaju lurus sehingga terjadi tabrak samping dengan
pengendara motor Honda GL Max cukup keras,” jelasnya.

Akibat kejadian ini pengendara dan yang dibonceng kendaraan Honda Grand mengalami luka luka dan dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.

“Sedang pengendara motor Honda GL Max mengalami luka ringan (rawat jalan), serta kerusakan di kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan,” imbuh Jotar.

Petugas piket Unit Gakkum Kepanjen datang kelokasi untuk melakukan olah TKP dan mengamankan kedua kendaraan yang terlibat untuk barang bukti penyelidikan.

Jotar menghimbau kepada para orangtua jangan membiarkan anak anaknya yang belum cukup usia untuk mengendarai kendaraan motor atau mobil dan jangan malah bangga ketika anaknya bisa kendarai motor atau mobil.

“Jangan biarkan membawa keluar kendaraan motor atau mobil apabila belum cukup usia ke jalan raya dan sayangi nyawa anak anak anda,”tukasnya. (ags/bob)