Update Kebakaran Bromo: Meluas ke B29, Luas Area Terbakar Capai 135 Hektare

Kebakaran Bromo meluas ke B29, area terbakar mencapai 135 hektare (foto: BPBD Kabupaten Malang)
Kebakaran Bromo meluas ke B29, area terbakar mencapai 135 hektare (foto: BPBD Kabupaten Malang)

Kabupaten Malang, Blok-a.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas. Hingga Jumat (7/8/2026), total area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 135 hektare.

Kalaksa BPBD Kabupaten Malang Purwoto mengatakan perkembangan terbaru menunjukkan wilayah kebakaran kembali meluas ke arah Bukit B29, tepatnya Pusung Ledok Bedor yang berada di wilayah administratif Lumajang-Probolinggo. Lokasi tersebut berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Pusung Jantur.

“Prakiraan luas lahan yang terbakar saat ini total sekitar 135 hektare dengan jenis vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia dan semak belukar,” kata Purwoto dalam laporan perkembangan penanganan karhutla, Sabtu (8/8/2026).

Pemadaman dilakukan melalui dua metode, yakni operasi darat dan udara. Tim darat melakukan pembuatan sekat bakar serta pembasahan sisa bara api yang masih dapat dijangkau. Operasi darat didukung satu unit truk pemadam dan satu mobil tangki portabel milik TNBTS, serta masing-masing satu unit truk tangki dari BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Malang.

Sementara dari udara, operasi water bombing melibatkan tiga helikopter. Satu unit Bell 412 EP milik TNI AL dengan kode HU-4205 melakukan satu kali shortie dengan membawa 800 liter air.

Satu helikopter TNI AL lainnya, HU-4206, digunakan untuk melakukan pengamatan kawasan karhutla sebelum operasi water bombing.

Sedangkan helikopter BNPB dengan registrasi PK-DBM AS35 melakukan empat kali rit dengan kapasitas masing-masing 1.000 liter. Total air yang dijatuhkan dalam operasi udara pada Jumat mencapai 4.800 liter.

Purwoto menerangkan, operasi udara tidak dapat dilanjutkan ke shortie berikutnya. Kondisi cuaca dan jarak pandang (visibility) dinilai tidak memungkinkan untuk penerbangan lanjutan.

“Hot spot masih berasap di area Pusung Ledok Bedor. Shortie tidak dilanjutkan lagi disebabkan cuaca dan visibility tidak memungkinkan,” terang Purwoto.

Di sisi lain, kondisi di wilayah administratif Kabupaten Malang saat ini dilaporkan sudah tidak terdapat titik api. Penanganan kemudian difokuskan terhadap area Pusung Ledok Bedor.

Rencananya, operasi pemadaman darat dan udara akan kembali dilanjutkan. BPBD mencatat tiga unit helikopter BNPB disiapkan untuk mendukung operasi berikutnya di sekitar Pusung Ledok Bedor.

Sementara itu, akses masuk kawasan wisata Bromo melalui Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, masih diberlakukan sistem buka-tutup. Personel gabungan juga masih disiagakan di Pos Jemplang.

Dalam perkembangan penanganan karhutla tersebut, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Sebanyak 120 personel dari berbagai unsur terlibat dalam operasi Jumat. Mereka terdiri dari enam personel tim helikopter BNPB, 12 personel Puspenerbal TNI AL, 25 personel BPBD Jawa Timur, tujuh personel BPBD Kabupaten Malang, 30 personel TNBTS, 10 personel TNI-Polri, 20 personel Masyarakat Peduli Api (MPA), serta 10 personel Manggala Agni.

Penanganan juga melibatkan BPBD Kabupaten Probolinggo, Kodim dan Polres Malang, Kodim dan Polres Probolinggo, Forkopimda, Forkopimcam Poncokusumo, perangkat Desa Ngadas, Paguyuban Jeep Wisata Gunung Bromo, serta relawan. (yog)

Jurnalis yang bertugas di wilayah Malang Raya. Fokus peliputan pada isu sosial, politik, pemerintahan dan peristiwa terkini.